Sebelumnya, telah dilakukan beberapa upaya untuk menghentikn konflik Yaman, yang melibatkan rival bebebuyutan Iran dan Arab Saudi, namun gagal.
"Ini adalah kesempatan terakhir kita," kata Ould Cheikh Ahmed kepada wartawan di New York, Rabu (23/3). "Perang di Yaman harus segera diakhiri.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahmed mengatakan bahwa Arab Saudi "berkomitmen penuh untuk memastikan berlangsungnya perundingan dan secara khusus mendukung kami menghentikan permusuhan.”
Ia juga mengungkap perundingan perdamaian berfokus pada lima bidang; penarikan milisi dan kelompok bersenjata; menyerahkan senjata berat ke negara; pengaturan keamanan interim; restorasi lembaga negara; dan dimulainya kembali dialog politik inklusif.
Menurut data PBB, lebih dari 6.000 orang, setengahnya adalah warga sipil, tewas sejak intervensi militer pimpinan Saudi dimulai di Yaman.
Koalisi yang dipimpin Arab Saudi menargetkan warga sipil dengan serangan udara dan beberapa serangan kejahatan terhadap kemanusiaan, menutu sanksi monitor PBB kepada Dewan Keamanan pada Januari lalu.
Sementara itu, al-Qaidah Semenanjung Arab (AQAP) telah memperluas wilayah di negara itu karena pemerintah fokus dengan pemberontakan Houthi. (stu)