Sistem rudal S-300 sistem darat-ke-udara pertama kali digunakan ketika puncak Perang Dingin pada 1979.
Komitmen Rusia untuk menyediakan sistem rudal S-300 kepada Iran memicu kekhawatiran Israel, yang menilai Iran memilki keinginan kuat untuk menghancurkan negara itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan Ansari itu ditujukan sebagai jawaban atas pertanyaan wartawan soal rekaman video yang tersebar luas di media sosial, yang menunjukkan bagian awal sistem rudal S-300 diletakkan di sebuah truk di Iran utara.
Lihat juga:Bom Bunuh Diri Guncang Rusia Selatan |
Namun, Presiden Rusia Vladimir Putin mencabut larangan ini sejak April 2015, setelah adanya perjanjian interim yang membuka jalan kesepakatan nuklir Iran pada Juli.
Sementara Iran pada awal Maret lalu meluncurkan serangkaian uji coba rudal di beberapa tempat. Uji coba yang dikecam oleh AS ini dan dinyatakan sebagai penentangan terhadap resolusi PBB. Pasalnya, rudal yang diluncurkan memiliki kemampuan membawa hulu ledak nuklir.
Namun, Iran mengklaim bahwa uji coba ini bukan tindakan ilegal, tidak melanggar resolusi PBB maupun kesepakatan nuklir Iran. (ama/stu)