Gempa Jepang Picu Risiko Gunung Meletus

Denny Armandhanu, CNN Indonesia | Jumat, 15/04/2016 15:04 WIB
Gempa Jepang Picu Risiko Gunung Meletus Kekhawatiran warga Jepang kini tidak hanya gempa susulan yang masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan, tapi juga risiko gunung meletus. (Reuters/Kyodo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Puluhan ribu orang mengungsi usai gempa mengguncang pulau Kyushu pada Kamis (14/4). Kekhawatiran warga kini tidak hanya gempa susulan yang masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan, tapi juga risiko gunung meletus.

Dikutip dari The Guardian, gempa dikhawatirkan akan meningkatkan aktivitas vulkanik di pulau Kyushu yang dikenal dengan gunung berapinya yang sangat aktif.
Sejak November 2015, kawah gunung Asosan di prefektur Kumamoto ditetapkan dalam keadaan waspada dua, artinya tidak ada boleh mendekatinya karena berisiko meletus.

Badan Meteorologi Jepang, JMA, mengatakan saat ini terus mengawasi aktivitas gunung berapi usai gempa. "Kami mengawasinya dengan ketat, tapi sepertinya tidak ada perubahan di Asosan atau gunung berapi lain sejak gempa," ujar juru bicara JMA.


Sebelumnya pada Februari lalu, gunung Sakurajima di prefektur dekat Kumamoto meletus.

Puluhan gempa susulan terjadi usai lindu mengguncang wilayah itu di kedalaman 10 km sekitar pukul 21.00 pada Kamis waktu setempat. Sembilan orang meninggal dunia dan lebih dari 850 lainnya terluka.
[Gambas:Video CNN]
Kondisi terparah terjadi di kota Mashiki, Kumamoto. Total ada 44 ribu warga yang dievakuasi di kota tersebut.

Sekolah dasar di Kumamoto telah menampung sekitar 300 orang. Kebanyakan para pengungsi mengaku tidak tenang tidur karena gempa susulan terus terjadi sepanjang malam.

"Kami mengalami gempa sepanjang malam, jadi banyak yang tidak bisa tidur nyenyak," kata kepala sekolah SD Hiroyasu Barat, Sosuke Tanaka.

Sekitar 120 gempa susulan mengguncang setelah getaran pertama terjadi. Kekuatan gempa susulan antara 4-5 skala richter.
Di gedung olah raga Mashiki, warga yang mengungsi terus berdatangan. "Semalam ada 200 orang, tapi sekarang ada sekitar 500. Mereka berdatangan dari seluruh kota, kebanyakan ketakutan rumah mereka ambruk," kata warga, Yoko Marume.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan telah menurunkan polisi, pemadam kebakaran dan tentara untuk operasi penyelamatan. Korban diperkirakan masih akan terus bertambah.

Makanan berupa roti dan air dibagikan bagi para mengungsi pada Jumat pagi. Tentara menyisir lokasi untuk melihat seberapa besar kerusakan akibat bencara. (den)