Berbicara di hadapan kelompok pelobi untuk perdamaian Israel-Palestina, J Street, pada Senin (18/4), Biden mengatakan AS punya kewajiban untuk menciptakan perdamaian antara Israel-Palestina di bawah solusi dua negara. Namun yang terjadi sebaliknya, Israel mulai menerapkan kebijakan "satu negara" dan ini menurut dia berbahaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Biden dalam kesempatan itu memaparkan pertemuannya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Menurut Biden, kedua pemimpin itu seperti tidak ingin berdamai, membuat AS sangsi kesungguhan hati keduanya.
"Ada saat di mana saya menganggap tidak ada sama sekali keinginan politik di antara Palestina dan Israel untuk maju menuju perundingan yang serius. Rasa saling percaya yang diperlukan untuk perdamaian retak di kedua kubu," kata Biden.
Biden mengatakan baik Palestina dan Israel harus menghentikan kekerasan dan tindakan yang merusak negosiasi.
Di kubu Palestina, kata Biden, tindakan Abbas yang berupaya menyeret Israel ke mahkamah kriminal internasional atas tuduhan kejahatan kemanusiaan "hanya merusak jalan menuju perdamaian."
Sementara di sisi Israel, Netanyahu yang terus memperluas pembangunan permukiman Yahudi di wilayah pendudukan Palestina hanya membuat Israel berjalan "di lajur yang salah." (den)