Sejumlah bantuan kini tengah disalurkan di Ekuador, sementara otoritas masih memperhitungkan dampak gempa yang melanda negara di kawasan pantai Pasifik ini pada 16 April lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru bicara WFP, Alejandro Chicheri dalam wawancara melalui telepon dengan Thomson Reuters Foundation memaparkan bahwa situasi di lokasi gempa masih rentan.
"Ada banyak warga di jalan-jalan yang meminta bantuan," katanya. "Mereka berharap mendapatkan bantuan."
Bantuan darurat diupayakan oleh pemerintah dan sejumlah pekerja bantuan dari lembaga asing dengan mendistribusikan makanan, air dan obat-obatan di sejumlah daerah yang paling terkena dampak gempa.
WFP memperkirakan bantuan selama tiga bulan ini akan memakan biaya sekitar US$34 juta, atau sekitar Rp448 miliar. Chicheri berharap jumlah uang yang tak sedikit itu mereka dapatkan dari para pendonor publik dan swasta.
Presiden Ekuador, Rafael Correa mengumumkan hari berkabung bagi korban gempa pada Sabtu (23/4) selama delapan hari.
Pekan lalu, Correa menyatakan gempa menimbulkan kerugian sebanyak US$2 miliar hingga US$3 miliar, yang melumpuhkan kondisi perekonomian negara yang bertumpu pada sektor perminyakan ini. (ama)