Berdasarkan pantauan CNN Indonesia, Senin (2/5), para ABK yang memakai kemeja putih telah diterima oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Gedung Pancasila. Berikutnya mereka akan diserahkan kepada keluarga yang telah datang ke Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai pemeriksaan, RSPAD menyerahkan para ABK kepada Kemlu. Acara serah terima dilakukan oleh Wakil Kepala RSPAD, Kol. CKM. Dr. Bambang Dwi HS, mewakili TNI kepada Direktur Perlindungan WNI dan BHI, Lalu Muhamad Iqbal.
"Dengan selesainya pemeriksaan kesehatan tersebut maka seluruh ABK disiapkan untuk diserahkan kembali Pemerintah kepada keluarga masing-masing", papar Kol. Bambang.
Ke-10 pelaut dari kapal tongkang Anand 12 dan Brahma 12 yang membawa 7 ribu ton batu bara dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, itu diculik dalam pelayaran menuju Filipina. Para pelaut Indonesia dibebaskan pada Minggu di depan kediaman Gubernur Sulu Abdusakur Tan II.
Pemerintah Indonesia mengatakan pembebasan para ABK tidak melibatkan pemberian tebusan sebesar 50 juta peso yang dituntut Abu Sayyaf. Filipina sendiri memegang kebijakan tidak akan membayarkan tebusan pada kelompok teror agar tidak menimbulkan preseden buruk.
Saat ini masih ada empat ABK asal Indonesia lainnya yang disandera Abu Sayyaf sejak 1 April lalu dari perairan Sabah dan dibawa ke Sulu.
Kelompok separatis di Filipina selatan ini juga masih menyandera beberapa warga asing, di antaranya dari Kanada, Norwegia, Belanda, Malaysia, dan China. Bulan lalu, Abu Sayyaf mengeksekusi mati seorang tawanan asal Kanada setelah pembayaran tebusan jatuh tempo. (den)