Menghina Raja, Penyanyi Thailand Divonis Penjara 7,5 Tahun

Denny Armandhanu/Reuters , CNN Indonesia | Rabu, 01/06/2016 15:48 WIB
Menghina Raja, Penyanyi Thailand Divonis Penjara 7,5 Tahun
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengadilan Thailand memvonis penjara seorang penyanyi country selama 7,5 tahun atas kejahatan penghinaan terhadap kerajaan yang dia lakukan tiga tahun lalu.

Vonis terhadap Thanat Thanawatcharanon, yang dikenal dengan nama panggung Tom Dundee, menambah panjang daftar narapidana yang dipenjara akibat tersangkut undang-undang lese majeste atau penghinaan terhada raja dan anggota kerajaan yang diterapkan sangat ketat di Thailand.

Pemerintah junta yang berkuasa melalui kudeta dua tahun lalu tidak mengenal kompromi bagi kasus penghinaan terhadap raja dan menjatuhkan hukuman hingga 15 tahun kepada para pelakunya.

Thanat yang mengenakan seragam oranye tiba di penjara pada Rabu (1/6) sembari mengacungkan jempol kepada wartawan. Menurut pengacaranya, hukuman itu terlalu berat.

"Kami bisa mengajukan banding dalam waktu satu bulan, tapi harus mendiskusikannya dulu apakah dia ingin melakukan itu. Menurut saya, hukuman ini harus dihapuskan, karena vonisnya terlalu lama," kata pengacara Thanat, Saovalux Po-Ngam.

Hukuman bagi para penghina raja semakin berat di bawah pemerintahan junta. Seorang tersangka dipenjara hingga 30 tahun pada 2015, rekor vonis terberat dalam kasus ini.

Thanat yang telah dipenjara sejak ditangkap tahun 2014 awalnya membantah tuduhan terhadap dirinya. Namun dalam pengadilan pada Senin lalu, dia mengakui semua kesalahan.

Pengakuan atas kasus lese-majeste biasa dilakukan para tersangka demi mendapatkan keringanan hukuman.

Thanat didakwa atas pernyataannya yang dianggap melawan kerajaan ketika berorasi di depan para aktivis Kaos Merah dalam aksi demonstrasi tahun 2013 lalu.

Dia ditahan dan didakwa pada Juli 2014, menyusul aduan dari kelompok pendukung kerajaan di Departemen Penyidikan Khusus Thailand.