Ditinggal di Hutan karena Nakal, Bocah Jepang Ditemukan

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Jumat, 03/06/2016 11:22 WIB
Ditinggal di Hutan karena Nakal, Bocah Jepang Ditemukan Pencarian Yamato melibatkan ratusan personel penyelamat yang menembus belantara sambil berteriak. (Kyodo/via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bocah Jepang yang ditelantarkan orang tuanya di hutan belantara karena dianggap nakal akhirnya ditemukan masih hidup tanpa luka apa pun pada Jumat (3/6), sepekan setelah kehilangannya memicu pencarian besar-besaran dan menjadi perhatian nasional.

Anak berusia tujuh tahun bernama Yamato Tanooka itu ditemukan di sebuah bangunan pangkalan militer Jepang, sekitar 4 kilometer dari tempat awal ia diduga hilang pada Sabtu pekan lalu.

Keberadaan Yamato pertama kali diketahui oleh salah satu tentara yang sedang bersiap untuk latihan pada pagi hari. Ketika ia membuka pintu gedung, Yamato ada di sana.


"Ketika ditanya, 'Apakah kamu Yamato?' anak itu menjawab ya. Lalu dia mengaku lapar, jadi tentara itu memberinya air, roti, dan nasi," ujar seorang anggota Pasukan Pertahanan Jepang kepada stasiun televisi NHK, seperti dikutip Reuters.

Yamato kemudian dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan. Namun hingga kini, belum ada informasi detail lainnya, termasuk bagaimana cara Yamato bertahan selama satu minggu di tengah hutan belantara, di mana suhu udara pada malam hari dapat mencapai 7 derajat Celsius, belum lagi hujan lebat yang mengguyur.

Awalnya, orang tua Yamato mengatakan bahwa anaknya hilang ketika mereka sedang mencari tanaman yang dapat dimakan. Namun, kedua orang ini kemudian mengaku kepada polisi bahwa mereka meninggalkan Yamato di jalan untuk mendisiplinkan anak itu karena ia melempari batu ke mobil.

Ketika mereka kembali beberapa menit kemudian, anak itu sudah hilang. Daerah itu sangat terpencil, bahkan warga sekitar pun jarang melewatinya.

Tak ayal, pencarian anak itu menjadi perhatian besar di Jepang. Puncaknya, pencarian itu melibatkan ratusan personel penyelamat yang menembus belantara sambil berteriak. Tentara bermotor dan polisi berkuda pun turut serta.

Program-program berita secara rutin mengabarkan informasi terkini mengenai pencarian tersebut. Di berbagai jejaring sosial, poster mengenai ketidakpedulian orang tua Yamato tersebar.

Namun ketika akhirnya NHK memberitakan bahwa bocah itu ditemukan, banyak orang bernapas lega. "Sejujurnya, saya sudah siap mendengar kabar duka. Sebagai orang tua anak berusia 7 tahun, saya hanya dapat berkata bahwa saya sangat sangat senang," kata seorang pengguna sosial media. (stu/stu)