Jajak pendapat yang dilakukan Reuters/Ipsos kepada 1.063 orang pada Jumat hingga Selasa kemarin menunjukkan Clinton memimpin 11,6 poin dengan 44,6 persen dibanding Trump dengan 33 persen. Padahal hingga Sabtu kemarin, Clinton masih memimpin dengan 13 poin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia bahkan menuntut Barack Obama mundur dari kursi presiden AS karena gagal menanggulangi “terorisme radikal Islam”. Menurutnya, kebijakan Clinton nantinya akan menciptakan lagi potensi serangan terorisme lain bagi AS.
Sebaliknya, Clinton menyebut respons Trump terkait serangan Orlando “mengganggu.”
“Prasangka, paranoia, dan keberpihakan bukannya rencana, dan tidak akan melindungi siapa pun,” kata Clinton dalam sebuah pernyataan.
Ia menekankan dukungan bagi aksi militer yang terkoordinasi di Suriah dan Irak serta menyerukan kontrol yang lebih ketat dalam penjualan senjata di AS. (stu)