Dalam 24 jam, Tiga Bom Bunuh Diri Meledak di Arab Saudi

Reuters & Resty Armenia, CNN Indonesia | Selasa, 05/07/2016 07:46 WIB
Dalam 24 jam, Tiga Bom Bunuh Diri Meledak di Arab Saudi Dalam 24 jam Arab Saudi mendapat serangan tiga bom bunuh diri, salah satunya terjadi di kompleks Masjid Nabawi, Madinah. (Reuters/Handout)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelaku bom bunuh diri mengguncang tiga kota di Arab Saudi pada Senin (4/7) dalam sebuah aksi serangan yang terkoordinasi saat para penduduk negara tersebut sedang mempersiapkan buka puasa sebelum hari terakhir bulan suci Ramadan.

Ledakan yang menarget para diplomat Amerika Serikat, penganut Islam Syiah, dan sebuah markas keamanan di Masjid Nabawi yang terletak di Kota Madinah mengikuti rentetan serangan massal di Turki, Bangladesh, dan Irak yang diklaim oleh grup Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Serangan-serangan ini seakan telah diatur waktunya untuk bertepatan dengan semakin dekatnya Hari Raya Idul Fitri, perayaan akan berakhirnya bulan puasa.

Seorang pejabat keamanan Arab Saudi mengatakan, pelaku bom bunuh diri memarkirkan mobilnya di dekat Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Jeddah sebelum mengaktifkan alat bomnya. Ia menuturkan, pemerintah tengah mengecek laporan soal ledakan di Qatif dan Madinah.


Satu dari tiga serangan tersebut mengakibatkan jatuhnya banyak korban, yakni bom bunuh diri yang diledakkan di dekat markas keamanan Masjid Nabawi di Madinah. Masjid tersebut merupakan tempat suci umat Islam ke-dua selain Masjidil Haram di Mekkah.

Al-Arabiya TV melaporkan bahwa ledakan bom bunuh diri di Madinah menewaskan tiga orang pelaku bom bunuh diri dan empat orang petugas keamanan.

Sebuah video yang dikirim ke Reuters oleh seorang saksi mata setelah kejadian ledakan di Madinah menunjukkan adanya kobaran api yang besar di sekitar mobil-mobil yang terpakir saat senja datang, dengan suara sirine menjadi latar video tersebut. Sebuah gambar yang dikirim ke Reuters memperlihatkan seorang pria yang terbakar dan berdarah-darah berbaring di sebuah tandu di salah satu rumah sakit.

Dalam sebuah gambar lain yang beredar di media sosial menunjukkan kepulan asap hitam dari kobaran api di dekat Masjid Nabawi. Masjid itu dibangun pada abad ke-7 oleh Nabi Muhammad, yang juga dimakamkan di area masjid tersebut.

Di Kota Qatif juga telah meledak paling tidak satu dan kemungkinan dua bom di dekat masjid kaum penganut Islam Syiah. Kota yang terletak di bagian timur Arab Saudi tersebut memang yang menjadi rumah bagi umat aliran minoritas itu.

Para saksi mata mendeskripsikan adanya bagian-bagian tubuh milik pelaku bom bunuh diri beberapa saat setelah kejadian.

Seorang warga Qatif yang dihubungi melalui sambungan telepon mengatakan bahwa tidak ada korban selain pelaku dalam ledakan tersebut, mengingat para jamaah masjid telah kembali ke rumah masing-masing untuk berbuka puasa. Ia menuturkan, tentara pertahanan sipil telah membersihkan area dan petugas kepolisian tengah berupaya menginvestigasi.

Sebuah video yang beredar di media sosial dengan tujuan menampilkan kondisi setelah ledakan di Qatif memperlihatkan keramaian di sebuah jalan, dengan api yang membumbung tinggi di dekat sebuah bangunan, dan sebuah bagian tubuh yang tergeletak di tanah. Reuters tidak bisa memverifikasi video tersebut secara langsung.

Beberapa jam sebelumnya, seorang pelaku bom bunuh diri tewas dan dua orang lainnya terluka dalam sebuah ledakan di dekat Konsulat Jenderal Amerika Serikat di kota kedua Kerajaan Arab Saudi, Jeddah.

Ledakan di Jeddah merupakan pengeboman pertama dalam beberapa tahun belakangan yang berupaya menarget para warga negara asing di Arab Saudi. Belum ada klaim tanggung jawab secara langsung atas kejadian ini.

ISIS telah melancarkan rangkaian serangan pengeboman dan penembakan di Arab Saudi sejak pertengahan 2014 yang telah menewaskan sejumlah orang, yang didominasi oleh penganut Islam minoritas Syiah dan petugas keamanan.

Pihak kepolisian dan sejumlah sukarelawan lokal meningkatkan keamanan di dekat masjid-masjid di Qatif setelah bom bunuh diri di kawasan umat Syiah meledak dan menewaskan banyak orang tahun lalu. Tahun lalu sebuah bom bunuh diri lain juga pernah mengguncang sebuah masjid yang digunakan oleh petugas keamanan. Tragedi tersebut menewaskan setidaknya 15 orang. (pit/pit)