Saksi Mata: Kami Tak Takut Meninggal di Masjid Nabawi

Bowie Haryanto, CNN Indonesia | Selasa, 05/07/2016 09:08 WIB
Saksi Mata: Kami Tak Takut Meninggal di Masjid Nabawi Salah satu jemaah yang menjadi saksi mata pengeboman di dekat Masjid Nabawi, Madinah, Aminah Abdul, mengaku tidak takut. (Reuters/Handout)
Jakarta, CNN Indonesia -- Masyarakat Arab Saudi tidak khawatir dengan rangkaian pengeboman yang terjadi di negara tersebut sepanjang Senin (4/7). Salah satu jemaah yang menjadi saksi mata pengeboman di dekat Masjid Nabawi, Madinah, Aminah Abdul, mengaku tidak takut.

Berbicara kepada Saudi Gazette, Aminah, mengatakan sedang menuju ke Masjid Nabawi untuk melakukan buka puasa dan menjalankan ibadah salat Maghrib ketika bom bunuh diri terjadi di dekat markas keamanan Masjid Nabawi.

"Saya melihat asap hitam di balik menara masjid sebelum salat, ketika kami melakukan buka puasa. Ini sesuatu yang tidak bisa saya percaya meski saya lihat dengan mata saya sendiri," ucap Aminah.


Aminah tidak pernah menyangka ada seseorang yang berencana meledakkan bom di sekitar Masjid Nabawi. Namun, Aminah mengaku tidak takut jika harus meninggal di Masjid Nabawi.

"Situs ini, meski jika dianggap mengerikan, saya pikir tidak ada dari kami yang takut akan meninggal di sini. Kami tidak pernah berpikir ada seseorang yang dalam kondisi sadar, bisa melakukan ini di Madinah," ucap Aminah.

"Saya ingin mengatakan tidak ada yang dapat atau bahkan berpikir menyentuh sesuatu yang begitu sakral," sambungnya.

Al-Arabiya TV melaporkan bahwa ledakan bom bunuh diri di Madinah menewaskan tiga orang pelaku bom bunuh diri dan empat orang petugas keamanan. Dua ledakan bom lainnya yang terjadi di Arab Saudi sepanjang Senin (4/7) terjadi di Qatif dan Jeddah.

Usai ledakan, tempat suci kedua umat Islam ini tetap melaksanakan ibadah shalat malam atau tahajud.

"Di Nabawi pascaledakan sekarang sedang berlangsung shalat malam. Sebentar lagi subuh," kata Acting Konsulat Jenderal Republik Indonesia Jeddah Dicky Yunus kepada CNNIndonesia.com, Selasa (5/7) pagi.

Hingga berita ini diturunkan, penjagaan ketat dengan radius 200 meter dari lokasi kejadian tetap dilakukan. Namun, hal itu tidak membuat kegiatan ibadah di dalam masjid terganggu.

Menurut Dicky, jalan-jalan akses dari dan menuju Masjid Nabawi dijaga ketat oleh militer. Pagar betis kawat pun dipasang sekaligus memeriksa nyaris seluruh kendaraan yang melintas.

Dicky mengatakan, sampai sejauh ini tidak ada Warga Negara Indonesia yang menjadi korban dalam ledakan itu.

Usai ledakan, diketahui empat petugas keamanan Arab Saudi tewas dan satu orang lainnya luka-luka dalam tragedi pengeboman yang terjadi di sebuah area parkir yang terletak di antara lapangan dan Masjid Nabawi. Saat ini petugas keamanan telah menutup area tersebut. Gubernur Madinah Pangeran Faisal bin Salman telah mengunjungi korban selamat kejadian serangan itu. (ama/ama)