"Tentara Jerman bertanggung jawab kepada parlemen. Jika parlemen tidak dapat menemui tentaranya, maka tentara itu tidak dapat tinggal di sana. Itu sudah sangat jelas," ujar Wakil Kanselir Jerman, Sigmar Gabriel, seperti dikutip Reuters, Rabu (13/7).
Kini, ada 250 tentara di pangkalan tersebut. Mereka tergabung dalam operasi NATO untuk melawan militan ISIS di Irak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, merasa dilecehkan dengan disiarkannya lagu satire mengenai dirinya di salah satu stasiun televisi Jerman. Turki akhirnya mengambil langkah hukum terhadap komedian yang menciptakan lagu itu.
Sebelumnya, Kanselir Jerman, Angela Merkel, juga menegaskan bahwa anggota parlemen negaranya harus diizinkan mengunjungi pasukannya. Ia mengatakan akan mencoba mengatasi masalah ini dengan pemerintah Turki.
Jerman sendiri biasa mengunjungi pasukannya yang ditugaskan ke luar negeri, terutama di Afghanistan. Kini, Jerman menerjunkan pasukannya untuk 13 operasi berbeda di beberapa wilayah. (stu)