Kampanye ini diluncurkan oleh Revolutionary Forces of Syria Media Group di sejumlah media sosial, termasuk Twitter dan Facebook. Kampanye ini menyerukan agar para penikmat game rehat dari perburuan monster-monster imut tersebut dan mengalihkan sejenak perhatian mereka untuk membatu warga Suriah di tengah kecamuk perang saudara yang telah berlangsung selama lebih dari lima tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kicauan lainnya menggambarkan seorang anak laki-laki yang tengah duduk di reruntuhan bangunan di tepi jalan. Monster Pikachu muncul di samping si anak dengan raut muka sedih sembari menangis. Kicauan itu diberi tagar #PrayforSyria.
Seorang anak laki-laki yang tengah duduk di reruntuhan bangunan di tepi jalan. Monster Pikachu muncul di samping si anak dengan raut muka sedih sembari menangis. (Screenshot via Twitter/@RFS_mediaoffice) |
"Alih-alih mencari monster Pokeman, ada banyak benda yang dicari oleh bocah Suriah setiap harisnya, seperti buku sekolah dan mainan-mainan terbengkalai di reruntuhan rumah," ujar Tahhan.
Dalam satu foto yang diunggahnya, kartun boneka beruang disisipkan Tahhan di sebelah anak Suriah yang terluka akibat bom dan boneka harimaunya yang ikut hancur.
Tahhan menyisipkan kartun boneka beruang i sebelah anak Suriah yang terluka akibat bom dan boneka harimaunya yang ikut hancur. (Screenshot via Facebook/Saif Aldeen Tahhan) |
Tahhan sendiri merupakan pengungsi Suriah. Dia mengungsi ke Mesir lalu melanjutkan perjalanan dengan perahu untuk menyebrang ke Italia hingga tiba di Denmark pada 2014 lalu. Salah satu karyanya, ia menyisipkan kartun bergambar pelampung di sebelah perahu kecil yang penuh sesak dengan pengungsi yang melarikan diri dari konflik.
Tahhan menyisipkan kartun bergambar pelampung di sebelah perahu kecil yang penuh sesak dengan pengungsi. (Screenshot via Facebook/Saif Aldeen Tahhan) |
Menurut data UNHCR, sejak awal perang Suriah tahun 2010, hampir 5 juta warga Suriah melarikan diri dan terdaftar sebagai pengungsi di berbagai negara, khususnya di Eropa.
Anak-anak Suriah tak lagi bisa bersekolah. Berbagai serangan udara, baik dari Rusia maupun koalisi pimpinan Amerika Serikat merupakan sesuatu hal yang wajar terjadi sehari-hari di negara itu.
"Pentingnya gambar-gambar ini adalah untukl menarik perhatian dunia selama masa perang. Saya beritahu Anda, rakyat Suriah tidak mencari Pokemon," ucap Tahhan. (ama)
Seorang anak laki-laki yang tengah duduk di reruntuhan bangunan di tepi jalan. Monster Pikachu muncul di samping si anak dengan raut muka sedih sembari menangis. (Screenshot via Twitter/@RFS_mediaoffice)
Tahhan menyisipkan kartun boneka beruang i sebelah anak Suriah yang terluka akibat bom dan boneka harimaunya yang ikut hancur. (Screenshot via Facebook/Saif Aldeen Tahhan)
Tahhan menyisipkan kartun bergambar pelampung di sebelah perahu kecil yang penuh sesak dengan pengungsi. (Screenshot via Facebook/Saif Aldeen Tahhan)