Diberitakan Telegraph yang mengutip situs Hong Kong, Mingpao, akhir pekan lalu, redaktur yang dipecat berasal dari situs berita online Tencent.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita itu langsung ditulis ulang dengan memperbaiki kesalahan penulisan.
Ming Pao menuliskan, setelah peristiwa itu pemerintah China menegur keras pemimpin redaksi media itu, Wang Yongzhi, dan seorang redaktur pelaksana.
Menurut pemerintah China, tulisan tersebut memiliki "dampak negatif yang serius". Departemen Penerangan Pusat China melakukan penyelidikan dan menyerukan pemecatan redaktur dan para petinggi media itu.
Peristiwa ini adalah salah satu bukti kendali ketat pemerintah China terhadap media.
Desember lalu, empat wartawan dibebastugaskan setelah kantor berita China News Service salah menyebutkan Presiden Xi "mundur" (ci zhi). Seharusnya yang mereka ingin katakan adalah "pidato" (zhi ci) dalam kunjungan ke Afrika. (den)