Pihak berwenang mengatakan bahwa insiden ini kemungkinan dilatarbelakangi oleh motif radikal. Juru bicara polisi Queensland mengatakan tersangka pelaku yang berkebangsaan Perancis, 29, berada di Australia dengan paspor turis, sempat meneriakkan "Allahu Akbar" ketika ditangkap.
"Penyelidikan awal mengindikasikan bahwa komentar itu bisa ditafsirkan sebagai tindakan ekstremis," kata Steve Gollschewski, wakil komisaris kepolisian Queensland.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekitar 100 warga Australia ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok organisasi seperti ISIS, menurut menteri imigrasi Australia awal tahun ini.
Setelah itu terdapat beberapa serangan lone-wolf di Australia, seperti serangan oleh remaja di markas besar polisi di pinggiran Sydney pada 2015.
Insiden ini menurut polisi terekam dalam video dan disaksikan oleh puluhan orang lain. (stu)