Langkah ini didukung penuh oleh Perdana Menteri Malcolm Turnbull yang menang tipis dalam pemilihan ulang bulan lalu. Dalam kampanyenya, Turnbull berjanji meningkatkan keamanan siber Australia dan mengubah kondisi ekonomi negaranya menjadi pusat bisnis teknologi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan juga menyebutkan bahwa unit AUSTRAC yang baru akan bekerja dengan lembaga pengawas identitas yang didanai pemerintah Australia dan Selandia Baru, ID Care, untuk memberantas praktik penipuan rekrutmen pekerjaan yang kerap kali digunakan oleh sindikat kejahatan untuk merekrut warga tak bersalah untung mengirimkan uang lintas negara.
Keenan memaparkan bahwa unit baru ini juga akan bekerja sama dengan Jaringan Pelaporan Daring Kejahatan Siber Australia untuk mengidentifikasi pola dan tren yang bisa menunjukkan penipuan keuangan skala besar atau metodologi yang mereka gunakan.
Reuters sebelumnya melaporkan bahwa keputusan sejumlah bank besar Australia untuk berhenti melayani transaksi remitansi, atau pengiriman uang antar negara, telah mendorong praktik semacam ini dilakukan secara ilegal yang sulit dilacak oleh pihak berwenang.
Februari lalu, sejumlah peretas tak dikenal mencoba mencuri hampir US$1 miliar dari rekening bank sentral Bangladesh di Federal Reserve Bank of New York, dan berhasil mentransfer US$81 juta untuk empat rekening di RCBC di Manila, Filipina. (ama)