Malaysia Tahan Simpatisan ISIS Jelang Perayaan Kemerdekaan

Reuters, CNN Indonesia | Rabu, 31/08/2016 11:56 WIB
Malaysia Tahan Simpatisan ISIS Jelang Perayaan Kemerdekaan Ilustrasi (CNN Indonesia/Laudy Gracivia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Malaysia menahan tiga orang simpatisan ISIS yang diduga berencana melancarkan beberapa serangan di Ibu Kota Kuala Lumpur menjelang peringatan hari kemerdekaan.

Tiga orang itu ditangkap dalam operasi polisi pada 27-29 Agustus lalu. Mereka disebut menerima instruksi dari militan ISIS bernama Muhammad Wanndy Muhammad Jedi untuk menyerang sebuah pusat hiburan, sebuah kuil Hindu, dan pos polisi pada Selasa malam, menjelang peringataan kemerdekaan Malaysia pada hari ini, Rabu (31/8).

“Ketiga tersangka berencana bepergian ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok teroris ISIS…setelah suskses melancarkan serangan itu,” kata Insepktur Jenderal Polisi Khalid Abu Bakar dalam sebuah pernyataan, Rabu.
Dalam operasi, polisi juga menyita granat dan pistol dengan 24 peluru dari seorang tersangka yang bekerja sebagai sopir truk. Dua orang lainnya bekerja sebagai tukang potong daging dan penjual minuman.


Wanddy sendiri merupakan warga Malaysia yang sudah bergabung dengan ISIS di Suriah. Ia dituding bertanggung jawab atas serangan granat di sebuah bar pada Juni lalu di pinggiran Kuala Lumpur. Serangan itu disebut sebagai kesuksesan pertama ISIS di Malaysia. Pasca insiden itu, pihak berwenang Malaysia menahan sembilan orang yang diduga terlibat.
Awal bulan ini, Malaysia mencabut 68 paspor warganya yang telah diidentifikasi meninggalkan Malaysia untuk bergabung dengan ISIS di Timur Tengah. Badan intelijen Malaysia juga mengonfirmasi sebanyak 18 warga Malaysia tewas dalam pertempuran di Suriah, dan tujuh lainnya melakukan serangan bom bunuh diri untuk ISIS.

Malaysia berada dalam situasi siaga setelah serangan Bom Thamrin di Jakarta pada Januari lalu. Ditambah pada Juni, ISIS merilis video propaganda yang berisi seruan bagi militannya di Asia Tenggara untuk bersatu.

Total sebanyak 230 orang, termasuk 200 warga Malaysia, ditahan pihak berwenang antara 2013 hingga awal Agustus lalu karena terlibat dalam kegiatan militan yang terkait ISIS. (stu)