Siuman dari Koma, Remaja AS Tiba-tiba Berbicara Spanyol

Denny Armandhanu, CNN Indonesia | Senin, 24/10/2016 11:12 WIB
Reuben Nsemoh bangkit dari koma selama tiga hari dan berbicara dalam bahasa Spanyol yang fasih, bahkan bahasa Inggrisnya mulai tertatih. Ilustrasi (Thinkstock/Monkey Business Images Ltd)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang remaja di Amerika Serikat tiba-tiba lancar berbahasa Spanyol setelah siuman dari koma selama tiga hari. Remaja ini sebelumnya mengalami gegar otak saat pertandingan sepak bola.

Seperti diberitakan The Independent yang mengutip media lokal WSB-TV, Minggu (23/10), Reuben Nsemoh, 16, menjadi kiper dalam sebuah pertandingan sepak bola di Georgia. Dalam sebuah kemelut di depan gawang, seorang pemain tidak sengaja menendang belakang kepala Nsemoh dan pemuda itu kemudian pingsan.

Pelatih Bruno Kalonji mengaku panik saat itu. Dia mengatakan Nsemoh beberapa kali sadar, namun kembali pingsan. "Dia sadar, kemudian muntah. Itu adalah peristiwa yang tidak pernah saya lihat sebelumnya, sangat buruk," kata Kalonji.


Saat ambulans datang, Nsemoh kejang-kejang dan mengalami koma selama tiga hari. Saat sadar, hal mengejutkan terjadi, pemuda itu fasih berbicara Spanyol yang bukan bahasa ibunya.

Padahal sebelumnya Nsemoh tidak lancar mengucapkan bahasa ini. Dia menjadi dia tertatih mengucapkan bahasa Inggris.

Setelah beberapa hari berlalu, kemampuan berbahasa Inggrisnya mulai kembali dan bahasa Spanyol mulai hilang. Nsemoh mengaku saat tidak sadarkan diri dia terbayang percakapan dalam bahasa Spanyol dengan saudara dan kawan-kawannya.

Nsemoh pernah mengalami tiga kali gegar otak dan tengah menjalani masa pemulihan di rumah. Dia tidak kapok dan masih bercita-cita menjadi pemain sepak bola profesional.

Walau langka, namun fenomena bernama "sindrom aksen asing" ini pernah tercatat pada beberapa korban koma atau seseorang yang terkena pukulan benda tumpul di kepala.

Tahun 2010 lalu, seorang remaja perempuan Kroasia bangun dari koma dan langsung fasih berbahasa Jerman. Bahkan dia tidak lagi mengerti bahasa negaranya dan membutuhkan penerjemah dalam berkomunikasi dengan keluarganya.

Pada tahun 2014, Ben McMahon dari Melbourne, Australia, koma selama seminggu akibat kecelakaan mobil. Dia siuman namun tidak bisa lagi berbicara Inggris, melainkan bahasa mandarin dengan kepiawaian yang tinggi. McMahon memang pernah belajar bahasa China, namun tidak pernah selancar itu sebelumnya. (den)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK