Seperti diberitakan The Independent yang mengutip media lokal WSB-TV, Minggu (23/10), Reuben Nsemoh, 16, menjadi kiper dalam sebuah pertandingan sepak bola di Georgia. Dalam sebuah kemelut di depan gawang, seorang pemain tidak sengaja menendang belakang kepala Nsemoh dan pemuda itu kemudian pingsan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal sebelumnya Nsemoh tidak lancar mengucapkan bahasa ini. Dia menjadi dia tertatih mengucapkan bahasa Inggris.
Setelah beberapa hari berlalu, kemampuan berbahasa Inggrisnya mulai kembali dan bahasa Spanyol mulai hilang. Nsemoh mengaku saat tidak sadarkan diri dia terbayang percakapan dalam bahasa Spanyol dengan saudara dan kawan-kawannya.
Nsemoh pernah mengalami tiga kali gegar otak dan tengah menjalani masa pemulihan di rumah. Dia tidak kapok dan masih bercita-cita menjadi pemain sepak bola profesional.
Walau langka, namun fenomena bernama "sindrom aksen asing" ini pernah tercatat pada beberapa korban koma atau seseorang yang terkena pukulan benda tumpul di kepala.
Tahun 2010 lalu, seorang remaja perempuan Kroasia bangun dari koma dan langsung fasih berbahasa Jerman. Bahkan dia tidak lagi mengerti bahasa negaranya dan membutuhkan penerjemah dalam berkomunikasi dengan keluarganya.
Pada tahun 2014, Ben McMahon dari Melbourne, Australia, koma selama seminggu akibat kecelakaan mobil. Dia siuman namun tidak bisa lagi berbicara Inggris, melainkan bahasa mandarin dengan kepiawaian yang tinggi. McMahon memang pernah belajar bahasa China, namun tidak pernah selancar itu sebelumnya. (den)