Hal ini terungkap dalam jajak pendapat terbaru gagasan harian Arab Saudi, Arab News, dan perusahaan survei asal Inggris, YouGov, yang dirilis pada pekan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Antusiasmenya sangat kecil untuk kedua kandidat, tapi 78 persen yakin Clinton akan lebih baik bagi negara-negara Arab jika terpiluh menjadi presiden ketimbang Trump yang hanya mendapat 22 persen suara," ujar Kepala YouGov, Stephan Shakespeare, seperti dikutip AFP.
Tak hanya terkait kandidat capres, jajak pendapat ini juga menanyakan responden mengenai kebijakan AS yang diharapkan terhadap negara-negara Arab dari pemerintahan Washington selanjutnya.
Dalam konflik Suriah, 46 persen responden ingin AS menerjunkan pasukan darat untuk menggempur ISIS, sementara 54 persen lainnya menolak usulan tersebut.
Sementara itu, 44 persen responden lainnya menginginkan presiden AS selanjutnya membatalkan kesepakatan nuklir dengan Iran.
Ketika ditanya mengenai sejumlah gagasan kebijakan kontroversial Trump, beberapa responden mengaku mendukung, seperti dalam masalah perbatasan.
Hampir 90 persen responden mengaku tak masalah dengan adanya pengamanan perbatasan ekstra jika keamanan negaranya terancam.
Selain itu, 89 persen responden juga menganggap aborsi tak bisa diterima, kecuali dalam beberapa kasus ekstrem, seperti pemerkosaan dan situasi yang mengancam nyawa. (has/has)