Berdasarkan pantauan CNN, kisruh ini bermula ketika Whaling dikecam publik setelah menanggapi komentar salah satu anak buahnya, Pamela Taylor, di jejaring sosial Facebook yang menyudutkan istri orang nomor satu di negeri Paman Sam itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pujian Taylor terhadap istri konglomerat asal New York itu diwarnai dengan pernyataan yang berbau rasime dan menyudutkan Michelle secara fisik. (Screenshoot via Facebook/Pamela Ramsey Taylor) |
"Akan sangat melegakan, Gedung Putih kembali memiliki ibu negara yang berkelas, bermartabat, dan cantik. Saya lelah melihat seorang kera bersepatu hak tinggi," ucap Taylor dalam komentar di akun Facebooknya, seperti dikutip afiliasi CNN, WSAZ.
Alih-alih memprotes komentar anak buahnya yang terkesan rasis itu, Whaling malah mendukung pernyataan Taylor. Dalam komentarnya, Whaling menganggap pernyataan anak buahnya itu sebagai komentar yang lucu dan juga mewakili perasaannya.
"(komentar itu) membuat hariku semakin berwarna, Pam," kata Whaling.
Akibat komentar itu, beberapa pihak mengecam Whaling. Diberitakan Reuters, Whaling pun mengutarakan permintaan maafnya kepada publik pada Senin (14/11) lalu.
"Pernyataan yang saya unggah itu merujuk pada perubahan yang terjadi di Gedung Putih (bukan pada tanggapan mengenai ibu negara). Saya benar-benar minta maaf jika ada yang tersinggung akibat perkataan saya itu," kata Whaling dalam pernyataan maafnya yang dipublikasikan oleh The Washington Post.
Meskipun sudah meminta maaf, Whaling tetap memutuskan untuk mengundurkan diri. Komisioner regional, Greg Fitzwater, membenarkan pengunduran diri Whaling sebagai Walikota Virginia Barat.
Namun, Fitzwater tidak bisa mengonfirmasi bahwa insiden komentar 'rasisme' itu yang melatarbelakangi pengunduran Whaling.
Hingga saat ini, CNN tidak mendapatkan tanggapan apa-apa baik dari Whaling maupun Taylor. (has)
