Sehari Jelang Aksi, Ketua Gerakan Bersih Malaysia Ditahan

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Jumat, 18/11/2016 19:01 WIB
Kepolisian Malaysia menahan Ketua Bersih, Maria Chin, sehari menjelang rencana aksi demonstrasi yang menuntut PM Najib Razak untuk mundur. Maria dan salah satu anggota sekretariat Bersih, Mandeep Singh, ditahan di bawah aturan Undang-Undang Hukum Pidana yang berkaitan dengan huru-hara. (CNN Indonesia/Sandy Indra Pratama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Malaysia menahan Ketua Bersih, Maria Chin, dalam penggerebekan di kantor gerakan tersebut pada Jumat (18/11), sehari menjelang rencana aksi demonstrasi yang menuntut Perdana Menteri Najib Razak untuk mundur.

Diberitakan Reuters, Maria dan salah satu anggota sekretariat Bersih, Mandeep Singh, ditahan di bawah aturan Undang-Undang Hukum Pidana yang berkaitan dengan huru-hara. Polisi juga menyita sejumlah laptop dan laporan bank serta gaji.

Meskipun Maria dan Mandeep ditahan, Ketua Masyarakat Hak Asasi Manusia yang juga mantan pemimpin Bersih, Ambiga Sreenevasan, memastikan bahwa aksi akan tetap berjalan.


"Saya rasa, justru akan lebih banyak yang datang karena mereka (penangkapan Maria dan Mandeep)," ujar Ambiga.

Sesuai rencana, Bersih akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran yang diperkirakan dihadiri ribuan orang. Mereka akan berkumpul di Kuala Lumpur dengan mengenakan kaus berwarna kuning, simbol perlawanan terhadap pemerintah.

Di sisi lain, partai berkuasa, Organisasi Persatuan Nasional Melayu (UMNO), juga mendesak pendukungnya mengenakan kaus merah dan menghadapi para demonstran.

Najib sendiri memperingatkan warganya untuk tertib. Ia menekankan bahwa kekerasan saat demonstrasi tidak akan ditoleransi.

Selama ini, Bersih selalu mengadakan demonstrasi dengan damai. Sejak 2007, Bersih sudah beberapa kali menggelar aksi untuk menuntut sistem pemilihan umum yang bersih dan jauh dari korupsi.

Namun dalam aksi kali ini, mereka akan secara spesifik menuntut Najib untuk mundur dari jabatannya setelah diguncang isu korupsi besar.

Berbagai media internasional melaporkan bahwa Najib diduga menggelapkan dana lembaga investasi 1Malaysia Development Berhad (1MDB) ke rekening pribadinya sebesar hampir US$700 juta atau setara Rp9,3 triliun. (has/has)