"Serangan ini menunjukkan semua tanda-tanda serangan teroris oleh pelaku yang meradikalisasi diri sendiri," kata anggota Kongres bidang Intelijen, Adam Schiff, dilansir Reuters, Selasa (29/11).
Dia mengatakan badan intelijen AS juga turut membantu menyelidiki serangan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artan, yang merupakan mahasiswa kampus tersebut dan keturanan Somalia, berhasil dilumpuhkan oleh petugas keamanan dan tiga tembakan. Petugas sempat meminta Artan untuk meletakkan senjatanya, namun pemuda itu menolak.
Lihat juga:Penyerangan di Kampus Ohio Melukai 11 Orang |
Dalam tulisan itu dijabarkan bahwa ia baru saja dipindahkan dari Negara Bagian Columbus dan mengaku kesulitan mendapatkan tempat untuk beribadah dengan tenang.
"Saya ingin berdoa di tempat terbuka, tapi saya takut dengan segala sesuatu yang terjadi di media. Saya seorang Muslim, tapi [Muslim] tidak seperti apa yang digambarkan di media.
"Jika mereka melihat saya, seorang Muslim yang berdoa, saya tidak tahu apa yang ada di pikiran mereka, dan apa yang akan terjadi," ujarnya.