China Diminta Siapkan Senjata Nuklir untuk Hadapi Trump

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Kamis, 08/12/2016 15:56 WIB
China Diminta Siapkan Senjata Nuklir untuk Hadapi Trump Meskipun sempat melunak sesaat setelah menang kampanye, Trump kembali memantik perselisihan dengan China karena berkomunikasi langsung dengan Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen. (Reuters/Rick Wilking)
Jakarta, CNN Indonesia -- China dianggap perlu meningkatkan anggaran belanja militer dan membuat lebih banyak senjata nuklir untuk melindungi kepentingan negara setelah Donald Trump memenangkan pemilihan umum presiden Amerika Serikat.

"(China harus) membangun senjata nuklir yang lebih strategis dan mempercepat pengerahan rudal balistik jarak jauh DF-41," demikian bunyi pemberitaan media China, Global Times, sebagaimana dikutip AFP, Kamis (8/12).

Melalui editorial tersebut, Global Times juga menyebutkan bahwa anggaran militer harus ditingkatkan karena Trump dapat membuat China terpojok "dengan cara yang tak bisa diterima."


Global Times sendiri bukan merupakan bagian dari media pemerintah, tapi memiliki hubungan yang dekat dengan Partai Komunis.

Seperti diberitakan AFP, Global Times diduga kerap dijadikan media untuk menyebarkan retorika para pejabat negara.

Trump mulai menjadi sorotan di China sejak ia mengumumkan rencana pencalonan dirinya sebagai presiden.

Di masa kampanye, Trump kerap mengkritik China, bahkan menyebut bahwa negeri tirai bambu itu adalah musuh AS.

Meskipun sempat melunak sesaat setelah memenangi pilpres, Trump kembali memantik perselisihan dengan China lantaran berkomunikasi langsung dengan Presiden Taiwan yang pro-kemerdekaan, Tsai Ing-wen.

Selama ini, China menganggap Taiwan merupakan bagian dari negaranya dalam prinsip "Satu China" yang selalu mereka gaungkan. Komunikasi Trump dengan Tsai dianggap sebagai upaya Taiwan mencari dukungan untuk memerdekakan diri dari China.

Setelah China melontarkan protes, Trump justru semakin keras mengkritik Beijing. Melalui akun Twitter pribadinya, Trump menyatakan bahwa sejumlah kebijakan perdagangan China merugikan AS.

Global Times pun menyebut bahwa China seharusnya bersiap untuk menghadapi hal terburuk yang mungkin terjadi.

"Apa yang terjadi beberapa pekan belakangan ini mengindikasikan hubungan China dan AS di ambang ketidakpastian, ucapan Trump tak seperti yang diharapkan," tulis Global Times. (has/yns)