"Mereka bekerja sama dalam merencanakan dan memfasilitasi serangan teror yang menargetkan negara Barat," ujar juru bicara Pentagon, Jeff Davis, kepada wartawan seperti dikutip Reuters, Selasa (13/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, serangan AS yang terjadi pada 4 Desember di Kota Raqqa itu juga turut menewaskan Walid Hamman, militan ISIS yang dinyatakan bersalah atas percobaan teror bunuh diri di Belgia pada 2015 lalu.
Ketiganya, tutur Davis, tewas ketika sebuah drone menembaki kendaraan yang tengah dikendarai mereka.
ISIS yang telah menguasai sebagian wilayah Irak dan Suriah dalam beberapa tahun terakhir, kini berangsur kehilangan wilayah.
Pasukan Suriah dan Irak yang dibantu dengan sejumlah kekuatan asing, seperti AS dan Rusia, terus menggempurkan serangan guna menekan para anggota ISIS.
Sementara itu, perang sipil masih terus terjadi di berbagai wilayah Suriah.
Pada awal pekan ini, perang di salah satu wilayah penting di Suriah, Aleppo, berakhir dengan kemenangan Presiden Bashar Al Assad dan koalisi militernya yang didukung Rusia, Iran, dan milisi Syiah.
Para pemberontak diperkirakan mulai meninggalkan wilayah tersebut pada Rabu (14/12) pagi waktu setempat. Kekalahan di salah satu kota terpenting di Suriah ini jelas jadi hantaman telak bagi upaya mereka menggulingkan Assad.
Meskipun pertempuran di Aleppo telah berakhir, perang secara keseluruhan masih terus berkecamuk. Para pemberontak masih mempunyai banyak pos-pos pertahanan besar di kota lain di Suriah. (has)