Martin Dempsey, mantan Kepala Staf Angkatan Bersenjata AS, mengatakan kepada stasiun televisi CBS bahwa dia mendapat informasi atas serangan ini pada Agustus 2015 dari Direktur Badan Keamanan Nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CBS melaporkan, satu-satunya jalan menghentikan serangan tersebut adalah mematikan sistem jaringan itu.
Serangan yang menurut para pejabat AS dilakukan oleh Rusia itu bukanlah aksi mata-mata, tetapi serangan yang bertujuan merusak dan memaksa Pentagon mengganti piranti lunak dan piranti keras. Proses ini, menurut CBS, memakan waktu sekitar dua minggu.
Stasiun televisi Amerika itu melaporkan bahwa motif serangan diduga karena Rusia marah dengan sanksi ekonomi yang dikenakan oleh pemerintah Obama setelah Presiden Vladimir Putin merebut Crimea dan terlibat dalam konflik di Ukraina.
Pentagon menolak memberi komentar atas laporan CBS ini.
Selain tudingan terhadap serangan ini, para pejabat AS juga menuduh Putin meminta badan-badan intelejen negara itu meretas pemilu di negara mereka untuk membantu Donald Trump memenang.
Namun, para pejabat Rusia membantah tudingan ikut campur dalam pemilihan umum AS yang berlangsung pada 8 November lalu. (aal/yns)