Polisi Jerman Diduga Salah Tangkap Pelaku Teror Truk Berlin

Amanda Puspita Sari, CNN Indonesia | Selasa, 20/12/2016 21:40 WIB
Polisi Jerman Diduga Salah Tangkap Pelaku Teror Truk Berlin Berita penangkapan pencari suaka berusia 23 tahun itu membuat para politisi Jerman menuntut adanya tindakan keras terhadap para imigran.(Reuters/Pawel Kopczynski)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Jerman mengungkapkan bahwa mereka mungkin salah menangkap tersangka penabrakkan truk ke kerumunan pengunjung pasar Natal di Berlin. Pencari suaka asal Pakistan yang mereka tangkap hingga kini tidak mengakui serangan yang menewaskan 12 orang dan melukai 48 warga, 18 di antaranya dalam kondisi parah.

Diberitakan Reuters, polisi Jerman menyatakan bahwa tersangka penyerangan terus menampik bahwa ia merupakan sopir truk yang menghantam kerumunan warga di Breitscheidplatz square tersebut. Polisi mengakui bahwa pria yang mereka tangkap itu mungkin bukan pelaku serangan.

"Menurut informasi yang saya terima, belum jelas apakah dia sopir yang mengendarai truk itu," ujar Kepala Polisi Jerman, Klaus Kandt konferensi pers, dikutip dari Reuters.


Kepolisian wilayah Berlin kemudian berkicau dalam akun Twitter mengimbau agar warga "waspada" akibat insiden salah tangkap ini. Pasalnya, jika benar, maka pelaku sebenarnya berarti masih buron. "Tolong berhati-hati," bunyi kicauan di akun Twitter itu.

Berita penangkapan pencari suaka berusia 23 tahun itu membuat para politisi Jerman menuntut adanya tindakan keras terhadap para imigran.

Namun, Kanselir Angela Merkel menyatakan, "Ada banyak hal yang masih tidak kita ketahui dengan pasti, tapi kita harus, menganggap itu adalah serangan teroris."

"Saya tahu, akan sangat sulit bagi kita semua jika terkonfirmasi bahwa jika pelaku serangan adalah seseorang yang mencari perlindungan dan suaka," ujarnya.

Sementara menurut laporan harian Die Welt, kepala polisi daerah yang tidak disebutkan namanya menyebut, "Kami menangkap orang yang salah. Dan karena itu, situasinya berubah. Pelaku masih berkeliaran dan bersenjata, ia dapat meluncurkan serangan baru."

Truk yang digunakan dalam serangan itu adalah milik perusahaan angkutan Polandia. Sopir yang seharusnya mengendarai truk itu ditemukan tewas dalam kendaraan. Menteri Dalam Negeri Thomas de Maiziere mengatakan pistol diyakini digunakan pelaku untuk membunuh sopir belum ditemukan.

Sejumlah media Jerman melaporkan bahwa pria yang ditangkap polisi melompat keluar dari kabin pengemudi dan lari ke jalan menuju Tiergarten, sebuah taman luas di pusat Berlin. Beberapa saksi yang dipanggil polisi, termasuk seorang yang turut mengejar tersangka, diminta terus melaporkan keberadaannya kepada polisi secara berkala. (ama)