Rusia Evakuasi 70 Korban Pesawat yang Jatuh di Laut Hitam

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Selasa, 27/12/2016 16:01 WIB
Rusia Evakuasi 70 Korban Pesawat yang Jatuh di Laut Hitam Otoritas Rusia berhasil menemukan 70 korban pesawat militer yang jatuh di Laut Hitam. (Reuters/Maxim Shemetov)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pertahanan Rusia berhasil menemukan jenazah 70 dari total 92 korban kecelakaan Pesawat Militer TU-154 yang jatuh di Laut Hitam pada Minggu pekan lalu.

"Sekitar 70 jasad telah ditemukan dan dievakuasi dari Laut Hitam sejak pagi tadi," kata Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Yurievich Galuzin di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Selasa (27/12).

Dia juga menyatakan jasad-jasad tersebut akan segera dikirim ke Moskow untuk diidentifikasi. Hingga saat ini, otoritas keamanan Rusia masih terus melakukan pencarian korban lainnya.


Selain itu, Galuzin mengatakan petugas juga menemukan potongan badan pesawat sepanjang 13 meter.

Sementara, penemuan yang paling penting di antara puing-puing adalah kotak hitam yang berisi rekaman percakapan dan data penerbangan pesawat nahas tersebut.

Tak lama setelah ditemukan, kotak hitam itu akan segera dikirim ke Moskow untuk penyelidikan lebih lanjut. Penemuan terjadi sekitar pukul 05.42 waktu Moskow pada kedalaman 17 meter.

"Butuh ahli untuk menguraikan isi dari rekaman itu,” kata Galuzin.

Pesawat Militer TU-154 jatuh di Laut Hitam saat terbang menuju Suriah dan menewaskan 92 orang penumpang serta awak yang dibawanya. Dari 92 penumpang, 64 diantaranya merupakan anggota paduan suara Red Army Choir.

Pesawat dengan tujuan pusat militer Rusia di Suriah itu jatuh di Laut Hitam, Sochi, tak lama setelah tinggal landas.

Juru bicara tim evakuasi dan pencari yang berbasis di Sochi menyatakan bagian tubuh pesawat ditemukan di bawah air pada kedalaman 27 meter sejauh satu mil dari pinggir pantai.

Sampai saat ini, Galuzin menyatakan, pihaknya belum bisa menetapkan secara pasti penyebab pesawat nahas itu jatuh.

Ia hanya bisa menuturkan bahwa kesimpulan dari penyelidikan awal menunjukkan pesawat militer itu jatuh akibat kesalahan teknis.

Sementara itu, Lembaga Keamanan Federal Rusia menyimpulkan kesalahan teknis sang pilot dan bahan bakar yang buruk sebagai skenario utama kemungkinan penyebab pesawat itu jatuh.

"Sampai saat ini kami tidak menganggap inisden ini terjadi karena ulah teroris. Kemungkinan jatuh karena kesalahan teknis saat penerbangan," kata Galuzin. (aal)