Seorang Penjahit Lecehkan Ratusan Anak Perempuan di India

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Selasa, 17/01/2017 15:15 WIB
Seorang penjahit di India didakwa atas tuduhan pelecehan seksual dan penganiayaan terhadap anak di bawah umur yang kerap dilakukannya sejak 2004 silam. Seorang penjahit di India didakwa atas tuduhan pelecehan seksual dan penganiayaan terhadap anak di bawah umur yang kerap dilakukannya sejak 2004 silam. (Reuters/Amit Dave)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang penjahit asal India mengaku telah menculik, menganiaya, dan memperkosa ratusan pelajar anak perempuan selama satu dekade terakhir.  

Pria bernama Sunir Rastogi, 38, ditangkap polisi pada Sabtu pekan lalu atas kasus pelecehan seksual yang dialami tiga anak perempuan berusia sembilan dan 10 tahun di timur New Delhi.

"Pelaku kriminal ini, Rastogi, berasal dari Rudrapur di Uttar Pradesh dan berprofesi sebagai seorang penjahit," tutur wakil Komisaris Kepolisian New Delhi Timur Omvir Singh seperti dikutip The Guardian, Selasa (17/1).


Rastogi telah didakwa atas perbuatan kriminal dan pemerkosaan, yang diperburuk dengan tuntutan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Meskipun begitu, polisi juga masih menyelidiki dugaan kasus pedofil lain yang kemungkinan dilakukan oleh Rastogi.

Polisi mulai menyelidiki kasus Rastogi sejak Desember 2016 lalu. Investigasi dibuka usai polisi menerima keluhan dari seorang gadis berusia 10 tahun yang berhasil melarikan diri atas percobaan pemerkosaan di New Ashok Nagar.

Sementara itu, dua keluhan serupa diterima polisi di daerah yang sama pada 10 januari lalu. Setelah menelusuri dan meninjau beberapa rekaman cctv, polisi dapat mengidentifikasi Rastogi sebagai pelaku pelecehan.

Menurut pemaparan polisi, saat diinterogasi Rastogi mengaku menargetkan anak perempuan berusia tujuh hingga 10 tahun untuk memuaskan nafsu pedofilnya itu. Ia dikabarkan kerap melakukan aksi bejatnya seminggu sekali saat keluar dari Rudrapur.

Polisi berujar, Rastogi tidak dapat mengingat persis jumlah anak perempuan korban perilaku asusilanya yang dilaporkan terjadi sejak 2004 silam. Pihak berwenang memperkirakan korban Rastogi bisa mencapai ratusan anak.

Mengenakan sweater garis-garis berwarna merah, putih, dan hijau dan penutup muka, Rastogi menuturkan, dirinya kerap membawa para korban tersebut ke tempat terpencil untuk melakukan aksinya.

"Saya tidak tahu kenapa melakukan hal itu. Tapi saya menyukainya," tutur Rastogi saat diarak polisi ke hadapan sejumlah awak media.

Kepolisian wilayah New Delhi menuturkan, kasus Rastogi ini merupakan salah satu kasus pedofil terbesar di India. Menurut catatan Biro Kriminal Nasional India, setidaknya ada 94 ribu kasus kejahatan pada anak yang terjadi di negara itu pada 2015 lalu.

Sekitar 40 persen kasus kejahatan itu merupakan pelecehan seksual seperti pemerkosaan dan penganiayaan.

Sejumlah aktivis menyatakan, meskipun kasus pelecehan seksual pada anak di bawah umur marak terjadi di India, sejumlah masyarakat masih menganggap hal ini sebagai sesuatu yang tabu dan diabaikan oleh sejumlah masyarakat konservatif.

Mereka menuturkan, sedikit sekali korban pelecehan yang mau angkat bicara lantaran takut disalahkan atas pelecehan yang menimpa mereka.



REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK