"Laos telah menanggapi dengan sangat baik tentang semua permintaan kami. Kami juga telah memberikan rincian tersangka kepada pemerintah Laos," ujar Prawit kepada wartawan seperti dikutip Reuters, Jumat (27/1).
Kasus ini muncul di tengah meningkatnya dugaan penghinaan terhadap keluarga kerajaan Thailand, seiring dengan pengangkatan Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn sebagai raja baru, menggantikan ayahnya, Bhumibol Adulyadej, yang meninggal pada Oktober lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prawit menuturkan, sampai saat ini Thailand telah meminta tujuh negara untuk mengekstradisi setidaknya 19 tersangka kasus lese-majeste atau penghinaan kerajaan.
Salah satu penyelidikan yang mendapatkan sorotan luas adalah terhadap media BBC.
BBC dilaporkan membuat artikel berisi profil Vajiralongkorn yang dianggap sebagaian besar warga sebagai bentuk penghinaan.
Masyarakat memang diminta untuk melaporkan segala bentuk dugaan penghinaan monarki.
Thailand bahkan meminta penyedia layanan internet dan kantor media sosial di negara itu untuk melaporkan dan menghapus konten-konten yang dinilai menyinggung martabat raja.
Sejumlah organisasi pengawas hak internasional mengkritik penerapan hukum lese majeste Thailand yang dinilai terlalu berat. (has)