Pernyataan ini bertentangan dengan dugaan yang dikemukakan Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian bahwa Siti Aisyah, tersangka asal Serang, Banten, terjerat kasus ini karena ditipu seolah-olah masuk acara jahil di televisi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Pemerintah RI masih berupaya untuk mendampingi Siti yang masih berada dalam penahanan polisi.
Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum kementerian Luar Negeri RI Lalu Muhammad Iqbal mengatakan Kemlu terus berupaya bernegosiasi dengan otoritas Malaysia untuk meminta akses konsuler.
Dia juga menyebut Kepolisian Malaysia akan memperpanjang masa penahanan empat tersangka kasus dugaan pembunuhan Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, lantaran bukti yang terkumpul dianggap belum cukup untuk diserahkan kepada jaksa penuntut.
"Hari ini tepat sepekan SA [Siti Aisyah] ditahan untuk investigasi. Dipastikan penyelidik akan meminta perpanjangan pada Federal Court. Kemungkinan minta perpanjangan 3 kali 24 jam," ujarnya.
Menurut Iqbal, masa perpanjangan penahanan ini adalah hal biasa jika melihat hukum Malaysia. Otoritas Negeri Jiran masih memerlukan waktu untuk mencari bukti kuat supaya kasus ini dapat dibawa ke pengadilan.
(aal)