“Ya benar, kami mengakui dan membenarkan bahwa pria Korut yang tewas ini adalah Kim Jong-nam. Kami akui identitasnya meski dia memiliki dua paspor,” ungkap Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Dato Zahrain Mohamed Hashim saat ditemui di Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, Kamis (23/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, belum ada tanda-tanda bahwa anggota keluarga Jong-nam yang datang ke Malaysia untuk mengidentifikasi jenazahnya.
Malaysia memberikan waktu dua minggu bagi sanak keluarga Jong-nam untuk mengklaim jasadnya. Sampai saat ini jenazah anak sulung Kim Jong Il itu masih berada di Rumah Sakit Kuala Lumpur.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan tidak ada bukti serangan jantung atau pun luka tusukan pada jasad Jong-nam.
Sejak kasus dugaan pembunuhan ini mencuat ke publik, baik Kuala Lumpur maupun Pyongyang belum merilis identitas resmi pria Korut tersebut.
Selama ini, Kedutaan besar Korut di Kuala Lumpur masih menganggap warga negaranya yang tewas itu ialah Kim Chol, identitas yang selama ini diketahui kerap digunakan Jong-nam selama diasingkan dari Korut.
Zahrrain memastikan bahwa otoritas negaranya akan bekerja secara profesional sesuai hukum Malaysia dalam menyelidiki kasus ini.
Untuk itu, dia meminta seluruh pihak dan negara yang terlibat untuk memberikan waktu polisi Malaysia teruskan investigasi.
“Saya percaya kasus ini akan dituntaskan secara profesional. Penyelidikan masih berlanjut dan kami pastikan keselamatan dan kebaikan seluruh tersangka, tak hanya Siti Aisyah [WNI terduga kasus Kim Jong-nam] tapi semuanya,” katanya.
(aal)