Pernyataan ini dilontarkan oleh Duterte saat bertemu dengan Ketua Dewan Perwakilan Filipina, Pantaleon Alvarez, pada Selasa (7/3) malam.
Dalam pertemuan itu, Duterte menyampaikan apresiasinya kepada parlemen karena memuluskan permintaannya untuk memberlakukan kembali hukuman mati bagi pengedar narkoba, yang kini sudah memasuki tahap akhir peninjauan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alvarez sebagai tokoh yang dekat dengan Duterte, mengaku secara pribadi mendukung keinginan sang presiden. Namun, katanya, semuanya harus dibicarakan kembali.
"Saya mengatakan, perampok dan pemerkosa bisa dimasukkan. Namun, pembicaraan ini harus dibawa ke tingkat komite. Kita dapat membicarakannya di sana," katanya.
Alvarez mengatakan, jika memang disetujui, proses itu pun akan memakan waktu lama. Pemberlakuan hukuman mati bagi pengedar narkoba saja hingga saat ini baru sampai ke tingkat Senat.
Meskipun menuai kontroversi, pemerintah Filipina terus menekankan bahwa pemberlakuan hukuman mati ini akan dilakukan dengan sangat hati-hati.
Hukuman mati nantinya hanya dapat dijatuhkan pada warga dengan rentang usia 18-70 tahun. Eksekusi akan dilakukan dengan metode gantung, tembakan, atau suntik mati. (has)