Terkait Rudal, AS Terbuka untuk Dialog dengan Korea Utara

Rahman Indra, CNN Indonesia | Kamis, 09/03/2017 05:58 WIB
Terkait Rudal, AS Terbuka untuk Dialog dengan Korea Utara Amerika Serikat membuka diri untuk adanya dialog dengan Korea Utara terkait persoalan peluncuran rudal balistik beberapa waktu lalu. (Foto: KCNA/via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Amerika Serikat membuka diri untuk adanya dialog dengan Korea Utara terkait persoalan peluncuran rudal balistik beberapa waktu lalu. Namun, dengan syarat, negara tersebut mesti mengambil tindakan 'berarti' dalam hal ini mengakhiri aksi provokasinya.

Ungkapan itu disampaikan Kementerian Luar Negeri AS, seperti dilansir Reuters, pada Rabu (8/3).

Mark Toner, Juru Bicara Kemenlu AS mengatakan proposal China supaya AS dan Korea Selatan menghentikan latihan militer tahunannya sebagai ganti dari program rudal Korea Utara bukanlah 'kesepakatan yang bisa diterima'.


"Itu seperti apel dan orange," ujarnya menanggapi pengajuan itu.

"Apa yang kami lakukan adalah kerja sama pertahanan dengan Korea Selatan yang tidak bisa dibandingkan dengan tindakan Korea Utara yang menunjukkan sikap tidak menghargai hukum internasional," ujarnya menambahkan.

Sebelumnya dilaporkan, Korea Utara pada akhir pekan lalu, meluncurkan empat peluru kendali yang tiga di antaranya memasuki zona ekonomi eksklusif Jepang. Otoritas militer di Korea Selatan, Jepang dan AS mengonfirmasi peluncuran empat rudal itu sempat mengudara sejauh 1.000 kilometer ke Laut Jepang atau Laut Timur.

Seorang diplomat DK PBB mengatakan Amerika Serikat dan Jepang telah meminta pihaknya mengadakan pertemuan terkait peluncuran rudal Korut terbaru ini.

Pada Selasa (7/3) Presiden AS Donald Trump dikabarkan mulai menanggapi peluncuran peluru kendali ini dengan berbicara melalui telepon dengan PM Jepang Shinzo Abe. (rah/rah)