Perangi Tikus, Wali Kota Paris Gelontorkan Rp200 Miliar
CNN Indonesia
Senin, 13 Mar 2017 09:42 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Wali Kota Paris menyatakan akan menganggarkan dana sebesar 1,5 juta euro, setara kurang lebih Rp200 miliar, untuk memberantas tikus di kotanya dan memasang lebih banyak asbak publik untuk membuat jalanan jadi lebih bersih.
Dalam wawancara dengan Journal du Dimanche yang dikutip AFP, Senin (13/3), Wali Kota Anne Hidalgo mengungkapkan 10 poin rencana yang bertujuan untuk memprioritaskan kebersihan itu.
Langkah-langkah yang akan diambil di antaranya adalah meningkatkan jumlah pekerja sanitasi dan pemeriksa kesehatan, menambah jam pengangkutan sampah, dan mendorong restoran juga gedung-gedung untuk menyediakan asbak di pintu masuk dan keluar.
Di Paris, petugas kebersihan bisa mengumpulkan lebih dari 150 ton puntung rokok setiap tahunnya.
"Kami sudah menganggarkan 500 juta euro setiap tahun untuk kebersihan dan manajemen limbah...dan situasinya sudah membaik," kata Hidalgo. "Tapi jelas Paris belum sepenuhnya bersih."
"Saya ingin mempercepatnya, meningkatkan upaya-upaya. Ini adalah prioritas utama," ujarnya.
"Di kota yang beradab, kebersihan harus jadi tanggung jawab semua orang," kata perempuan itu, menyerukan perubahan pola pikir dan kebiasaan masyarakat.
Sebelum ada rencana ini, Paris mendapatkan banyak kritik pada Desember lalu karena dianggap terlalu lambat dalam memerangi tikus.
Kritik ini paling banyak diarahkan kepada Hidalgo dan kepala dinas kebersihannya.
Add
as a preferred
source on Google
Dalam wawancara dengan Journal du Dimanche yang dikutip AFP, Senin (13/3), Wali Kota Anne Hidalgo mengungkapkan 10 poin rencana yang bertujuan untuk memprioritaskan kebersihan itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah menganggarkan 500 juta euro setiap tahun untuk kebersihan dan manajemen limbah...dan situasinya sudah membaik," kata Hidalgo. "Tapi jelas Paris belum sepenuhnya bersih."
"Saya ingin mempercepatnya, meningkatkan upaya-upaya. Ini adalah prioritas utama," ujarnya.
"Di kota yang beradab, kebersihan harus jadi tanggung jawab semua orang," kata perempuan itu, menyerukan perubahan pola pikir dan kebiasaan masyarakat.
Sebelum ada rencana ini, Paris mendapatkan banyak kritik pada Desember lalu karena dianggap terlalu lambat dalam memerangi tikus.
Kritik ini paling banyak diarahkan kepada Hidalgo dan kepala dinas kebersihannya.
Add
as a preferred source on Google