ISIS Klaim Bom Bunuh Diri di Dekat Bandara Bangladesh
CNN Indonesia
Sabtu, 25 Mar 2017 03:02 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Kelompok militan ISIS mengklaim sebagai dalang di balik serangan bom bunuh diri di depan Bandara Interasional Hazrat Shahjahal, Bangladesh, pada Jumat (24/3).
“Serangan oleh seorang martir menargetkan pos pemeriksaan polisi di dekat bandara internasional di kota Dhaka,” demikian bunyi pernyataan ISIS yang dilansir oleh media propaganda mereka, Amaq.
SITE Intelligence Group melaporkan, bom tersebut dibawa oleh seorang pria yang berjalan kaki ke arah bandara dan meledakkannya di dekat pos pemeriksaan kendaraan.
“Pria yang membawa bom itu tewas,” ujar juru bicara kepolisian Dhaka, Yusuf Ali, kepada AFP.
Serangan ini merupakan yang ketiga kalinya sejak Jumat pekan lalu, ketika seorang pelaku bom bunuh diri beraksi di sebuah kamp pasukan elite keamanan Dhaka di dekat bandara.
Sehari kemudian, seorang pria mengendarai motornya, melintasi ruas jalan di Dhaka sambil membawa tas berisi peralatan dan bahan peledak, kemudian meledakkan dirinya sendiri.
ISIS mengklaim bertanggung jawab atas dua dari tiga serangan tersebut. Namun selama ini, pemerintah Mesir tak mengakui adanya jaringan ISIS di tanah mereka.
Pemerintah beranggapan, serangan itu dilakukan oleh faksi kelompok ekstremis yang baru bertumbuh di negaranya, yaitu Jamayetul Mujahideen Bangladesh (JMB).
“Serangan oleh seorang martir menargetkan pos pemeriksaan polisi di dekat bandara internasional di kota Dhaka,” demikian bunyi pernyataan ISIS yang dilansir oleh media propaganda mereka, Amaq.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan ini merupakan yang ketiga kalinya sejak Jumat pekan lalu, ketika seorang pelaku bom bunuh diri beraksi di sebuah kamp pasukan elite keamanan Dhaka di dekat bandara.
Sehari kemudian, seorang pria mengendarai motornya, melintasi ruas jalan di Dhaka sambil membawa tas berisi peralatan dan bahan peledak, kemudian meledakkan dirinya sendiri.
ISIS mengklaim bertanggung jawab atas dua dari tiga serangan tersebut. Namun selama ini, pemerintah Mesir tak mengakui adanya jaringan ISIS di tanah mereka.
Pemerintah beranggapan, serangan itu dilakukan oleh faksi kelompok ekstremis yang baru bertumbuh di negaranya, yaitu Jamayetul Mujahideen Bangladesh (JMB).