Presiden China Akan Bertemu Trump Bulan Depan

Lesthia Kertopati, CNN Indonesia | Jumat, 31/03/2017 05:06 WIB
Presiden China Akan Bertemu Trump Bulan Depan Xi Jinping akan bertemu Donald Trump dalam lawatan kenegaraan pada tanggal 6-7 April mendatang. (Reuters/Kim Kyung-Hoon/File Photo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden China Xi Jinping akan melawat ke Florida guna bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump, bulan depan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lu Kang mengatakan, Xi dijadwalkan berkunjung ke Amerika Serikat pada tanggal 6-7 April.

Adapun pertemuan kedua kepala negara itu akan diadakan di resort milik Trump, Mar-a-Lago.

Kunjungan Xi ke AS menjadi catatan penting, terutama karena hubungan kedua negara yang tengah goyah, usai Trump menjabat presiden. Di awal kepemimpinannya, Trump kerap menyerang Beijing atas kebijakan perdagangan dan keengganan memberi tekanan pada Korea Utara, terkait program nuklir dan misil.


Jika lawatan tersebut sukses, itu akan menjadi landasan baru bagi hubungan bilateral China dan AS, yang merupakan dua kekuatan ekonomi besar di dunia.


Sebelumnya, terdapat kekhawatiran pertemuan itu tidak akan terwujud. Pasalnya, Trump membuat Beijing berang karena berniat mengakhiri kebijakan Satu China, yang telah lama dilakukan AS.

Tapi, AFP melaporkan, dalam telepon konsiliasi kepada China, pertengahan Februari, Trump mengatakan mundur dari niat tersebut. Itu kemudian membuka kesempatan bagi kedua negara untuk mendiskusikan pertemuan.

Telepon tersebut juga membuahkan kunjungan sukses Diplomat China Yang Jiechi ke Washington, dan Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson, ke Beijing. Di kedua kunjungan tersebut, detail pertemuan sukses dirampungkan.


Adapun fokus pertemuan tersebut adalah mempererat hubungan kedua kepala negara, sehingga mereka bisa lebih mudah mendiskusikan isu pelik di masa depan.

Alasan itulah yang mendasari keputusan pemilihan lokasi resort.

“Pertemuan akan lebih santai, tidak seresmi di Gedung Putih. Mereka bisa dengan lebih mudah bercengkerama sebelum isu-isu berat seperti perdagangan, kawasan, dan sumber daya manusia, muncul” ujar Douglas Paal, Direktur Asia di Carnegie Endowment for International Peace.

Di sisi lain, Xi adalah kepala negara kedua yang mengunjungi Mar-a-Lago, yang disebut Trump sebagai ‘Gedung Putih di Musim Dingin’. Sebelumnya, Trump menjamu Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada pertengahan Februari lalu.

Selain berdiskusi, Trump dan Abe juga bermain golf bersama. Namun, Xi, bisa jadi tidak akan bertanding par dengan Trump di lapangan hijau tersebut. Pasalnya, China memandang golf sebagai kemewahan kaum borjuis dan melarang adanya lapangan golf di negaranya. Di Negeri Tirai Bambu itu, golf juga diasosiasikan dengan korupsi.