Komite Keamanan Nasional Kazakhstan (KNB) bekerja sama dengan badan keamanan Rusia dan bertukar informasi dalam penyidikan terkait serangan yang menewaskan 11 orang ini, kata wakil ketua KNB, Nurgali Bilisibekov, dikutip Reuters, Selasa (4/4).
Dalam laporan terpisah, seorang sumber di kalangan penegak hukum, berdasarkan infomasi awal, menyebut insiden ledakan ini adalah serangan yang dilakukan oleh pelaku bom bunuh diri.
Lihat juga:Teror di Rusia: ISIS atau Separatis Chechnya |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jenazah seorang asal Asia Tengah ditemukan di lokasi yang mungkin jadi pusat ledakan. Namun, masih terlalu dini untuk menyebutnya pelaku bom bunuh diri," kata sumber tersebut.
Dia juga mengatakan para penyidik masih melihat semua kemungkinan yang ada.
"Alasan dari ledakan ini belum diketahui. Jadi masih terlalu awal bicara soal itu. Investigasi akan menunjukkan apa yang sebenarnya terjadi," kata Presiden Rusia Vladimir Putin.
"Kami mempertimbangkan berbagai kemungkinan, baik domestik dan kriminal, sampai insiden teroris."
Selain menewaskan 11 orang, serangan ini juga melukai 51 orang lainnya. Semula dilaporkan, ada dua ledakan yang mengakibatkan kerusakan parah di lokasi. Namun, belakangan diketahui hanya ada satu ledakan yang terjadi, sementara satu bom lain yang berkekuatan lebih besar berhasil dijinakkan.
[Gambas:Video CNN]