Menurut pernyataan Duta Besar Indonesia untuk Rusia, Wahid Supriyadi, di Rusia sendiri terdapat setidaknya ada 115 orang WNI. Lebih 90 orang di antaranya adalah mahasiswa dan sisanya adalah pekerja Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pernyataannya, PEMIRA juga mengungkapkan dukacita pada korban meninggal dan luka-luka.
Dubes RI untuk Rusia, Wahid Supriyadi juga mengungkapkan bahwa saat ini sistem transportasi kereta bawah tanah sudah kembali normal.
"Sudah aman-aman saja," kata Wahid saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (5/4).
"Hanya saja korban meningkat menjadi 14 orang meninggal. Komisi Investigasi Rusia berdasarkan bukti DNA telah teridentifikasi Akbarzhon Djalilov, kelahiran Kryrgystan yang 2 tahun lalu dapat kewarganegaraan Rusia sebagai pelaku bunuh diri. Namun belum ada kelompok yang bertanggung jawab."