Rudal tersebut ditembakkan sejauh 60 km dari lokasi peluncuran awalnya di Sinpo, sebuah kota pelabuhan di pantai timur Korea Utara. Sinpi sendiri adalah markas kapal selam Korea Utara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rudal ditembakkan dengan sudut tinggi dan mencapai ketinggian 189 km.
Pejabat AS mengatakan bahwa rudal yang ditembakkan kemungkinan berbahan bakar cair, dan merupakan extended-range scud.
Awalnya AS dan militer Korsel mengatakan bahwa mereka mengira rudal tersebut merupakan jenis rudal balistik KN-15 jarak menengah. Jenis ini merupakan jenis yang sama dengan yang pernah diluncurkan pada Februari lalu.
"Tapi kami yakin sekarang kalau itu adalah scud yang berbahan bakar cair," kata seorang pejabat Gedung Putih yang tak disebutkan namanya.
Setiap peluncuran obyek dengan teknologi rudal balistik dianggap sebagai pelanggaran resolusi Dewan Keamanan PBB. Namun Korea Utara menentang larangan tersebut dengan dalih melanggar hak berdaulat untuk membela diri dan mengeksplorasi luar angkasa.