Pembelot: Waspada, Korut Siap Serang AS pakai Nuklir

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Rabu, 05/04/2017 14:09 WIB
Pembelot: Waspada, Korut Siap Serang AS pakai Nuklir Eks Dubes Korut untuk PBB, Thae Yong-ho, menyebut Kim Jong-un siap menggunakan senjata nuklir dan rudal jarak jauhnya jika ancaman AS mulai terlihat.(Foto: KCNA/via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Eks Wakil Duta Besar Korea Utara untuk PBB yang kini menjadi seorang pembelot, Thae Yong-ho, menyebut rezim Kim Jong-un siap menggunakan senjata nuklir untuk menyerang Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya.

Meski tak pernah terlibat langsung dalam pengembangan nuklir di negara asalnya, Thae yakin program nuklir Pyongyang "telah mencapai peningkatan yang signifikan."

"Jika melihat sedikit saja ancaman awal dari Amerika, Korea Utara akan menggunakan senjata nuklir dengan rudal antarbenua (ICBM)," tutur Thae, Rabu (5/4).
"Jika Jong-un punya senjata nuklir dan rudal antarbenua, dia sanggup melakukan apa saja," ujarnya menambahkan.


Thae, yang kini tinggal di Korea Selatan, mengatakan Jong-un berkeras mengembangkan program nuklir untuk melindungi kedudukannya sebagai pemimpin tertinggi Korut.

Menurutnya, Jong-un terobsesi memiliki nuklir setelah melihat sejumlah diktaktor lain seperti Saddam Hussein di Irak dan Moammar Gadhafi di Libya digulingkan pasukan pendukung Barat lantaran menelantarkan program senjata mereka.

"Karena alasan itu lah Jong-un sangat percaya bahwa senjata nuklir itu satu-satunya hal yang dapat menjamin rezimnya tetap utuh," kata Thae dalam wawancara yang dikutip NBC News.
Thae mengatakan, Jong-un merupakan seseorang bisa melakukan apa saja di luar batas normal. Dia menegaskan, satu-satunya solusi nyata untuk mengakhiri nuklir Korut adalah dengan melenyapkan Jong-un dari jabatannya.

"Jong-un itu seseorang yang tidak pernah ragu bahkan untuk membunuh pamannya sendiri dan saudara tirinya sendiri, Kim Jong-nam beberapa waktu lalu. Dia tipe orang yang mau melakukan apa saja untuk menyingkirkan orang yang menghalangi jalannya," tutur mantan diplomat itu.

Krisis nuklir yang diakibatkan ambisi Pyongyang untuk mengembangkan rudal jarak jauhnya semakin mengkhawatirkan dunia.

Pyongyang diperkirakan memiliki sekitar delapan senjata nuklir, meski hingga kini negara di Asia Timur itu belum menunjukkan kemampuan senjatanya tersebut menggunakan ICBM.
Sejumlah pengamat juga belum sepenuhnya yakin jika kapabilitas nuklir dan rudal Korut telah sanggup mencapai daratan AS, sebagaimana kerap digaungkan Pyongyang.

Walaupun begitu, sejauh ini, Korut telah melakukan tes nuklir sebanyak lima kali. Dua di antaranya dilakukan 2016 lalu.

Kapabilitas nuklir dan rudal Korut belakangan juga disebut kian meningkat dan membahayakan keamanan.

Kepala Badan Energi Atom Internasional PBB (IAEA) Yukiya Amano mengatakan fasilitas produksi uranium yang dimiliki Korut telah meningkat dua kali lipat dalam beberapa tahun terakhir.

Hal ini, lanjutnya, membawa kapabilitas fasilitas nuklir Korut memasuki fase baru yang lebih membahayakan.