Pil Pahit di Hari Ulang Tahun Presiden Afrika Selatan

AFP PHOTO, CNN Indonesia | Kamis, 13/04/2017 18:37 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Bagi Presiden Afrika Selatan, ulang tahunnya yang ke-75, menjadi hari yang buruk. Bukannya ramai dengan perayaan, dia harus bersiap dilengserkan.

Ribuan orang dari partai posisi dan warga sipil berdemonstrasi di depan halaman Union Buildings, di Pretoria, Afrika Selatan, menuntut pelengseran Presiden Jacob Zuma, yang memimpin Afsel selama dua periode sejak 2009. (AFP/Gianluigi Guercia)
Protes tersebut dilakukan tepat pada hari ulang tahun ke-75 Zuma, pada tanggal 12 April 2017. Demonstran mengacungkan poster bertuliskan
Partai Pejuang Pembebasan Ekonomi (EFF) merupakan salah satu kelompok yang mendukung pemakzulan Zuma. Pekan lalu, kelompok oposisi pemerintah juga menggelar demonstrasi besar-besaran yang menuntut hal serupa. (AFP/Gianluigi Guercia)
Protes yang dilakukan Rabu (12/4) itu bahkan jauh lebih besar dari sebelumnya. Sekitar 25 ribu orang melakukan long march untuk menuntut Zuma turun dari jabatannya. Mereka pun mengacungkan spanduk bertuliskan #ZumaMustFall. (AFP/Gianluigi Guercia)
Selain alasan korupsi yang ditudingkan pada Zuma, karena dia memberi banyak keuntungan pada keluarga Gupta, konglomerat kaya asal India, warga juga marah karena Zuma memecat Menteri Keuangan Pravin Gordhan. (AFP/Marco Longari)
Menurut warga, pemecatan Gordhan menunjukkan upaya pemerintah dalam menutupi jejak korupsi yang dilakukan rezim Zuma. Selain itu, di bawah pemerintahan Zuma, Afrika Selatan juga mencatat rekor pengangguran tertinggi dan perlambatan ekonomi. (AFP/Gianluigi Guercia)
 Skandal korupsi Zuma terungkap November lalu, saat penyidik publik Thuli Madonsela menerbitkan laporan setebal 355 halaman yang menyingkap kedekatan hubungan Zuma dan keluarga Gupta, serta penyalahgunaan kekuasaan yang dia lakukan. (AFP/Gianluigi Guercia)
Laporan itu juga menyibak seberapa besar kekuasaan yang dimiliki keluarga Gupta atas sumber daya alam Afrika Selatan. Skandal korupsi itu juga menyeret nama tiga menteri dari kabinet Zuma. (AFP/Mujahid Safodien)
Selain itu, Zuma juga dituding berusaha memperkaya diri sendiri lewat penyalahgunaan kekuasaan melalui manipulasi perusahaan milik negara. (AFP/Marco Longari)
Namun analis politik Afrika Selatan Alastair Newton menyebut Zuma kemungkinan besar masih akan terus berkuasa, karena dia masih mendapat dukungan dari partai terbesar di Afsel, Kongres Nasional Afrika. (AFP/Marco Longari)