Korsel-AS Latihan Gabungan, Korut Gelar Latihan Tembak

Lesthia Kertopati, CNN Indonesia | Selasa, 25/04/2017 14:31 WIB
Korsel-AS Latihan Gabungan, Korut Gelar Latihan Tembak Korea Utara menggelar latihan menembak besar-besaran untuk merayakan Hari Militer Nasional, bertepatan dengan latihan militer gabungan antara Korsel-AS. (REUTERS/Damir Sagolj
Jakarta, CNN Indonesia -- Angkatan bersenjata Korea Utara menggelar latihan menembak dalam rangka merayakan Hari Militer Nasional yang jatuh pada Selasa (25/4). Hal itu digelar bersamaan dengan latihan militer gabungan yang dilakukan negara tetangganya, Korea Selatan dengan Amerika Serikat, di Laut Timur.

Latihan militer gabungan antara Korsel dan AS itu juga diselenggarakan berkenaan dengan spekulasi uji nuklir Pyongyang yang ke-enam, guna merayakan 85 tahun berdirinya angkatan bersenjata Korut.

Tapi, ternyata dugaan itu meleset. Korut tidak melakukan uji nuklir ataupun tes peluru kendali. Bahkan, mengutip AFP, Kementerian Pertahanan Korsel menyebut ‘tidak ada perkembangan lebih lanjut [di Korut]’.


Di sisi lain, Kantor Berita Korsel Yonhap melaporkan sumber mereka di Pyongyang, menyebut Korut merayakan Hari Militer dengan ‘latihan menembak terbesar’, yang digelar di Kota Wonsan. Latihan itu juga disaksikan oleh Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un.


Korut terus berambisi menciptakan rudal antarbenua yang bisa mencapai Amerika Serikat. Hal itu sontak mempertajam ketegangan antara kedua negara dan membuat Washington semakin panas, hingga akhirnya AS mengirimkan kapal induk ke Semenanjung Korea.

Di sisi lain, ancaman Korut selalu meningkat di musim semi, saat Korsel dan AS melakukan latihan militer gabungan. Korut melihat hal itu sebagai persiapan invasi.

Bahkan, Harian Rodong Sinmun dari Korea Utara mengancam adanya ‘konsekuensi mengerikan’, jika AS terus melakukan provokasi yang memicu terjadinya serangan.

Korut menjanjikan ‘hukuman paling brutal di darat, laut dan udara’ tanpa peringatan ataupun pemberitahuan sebelumnya.

Bulan ini, Korut meluncurkan dua uji coba misil tanpa mengindahkan peringatan AS. Presiden AS Donald Trump telah memperingatkan Korut, bahwa mereka akan melakukan invasi militer jika ujicoba nuklir dilakukan.

Pada Senin (24/4), Trump memaksa Dewan Keamanan PBB untuk memperberat sanksi terhadap Pyongyang. Di sisi lain, kapal induk USS Carl Vinson yang dikirimkan AS, diperkirakan tiba di Semenanjung Korea akhir minggu ini.


USS Carl Vinson akan ikut ambil bagian dalam latihan militer gabungan bersama Korsel dan merupakan ‘demonstrasi kekuatan Korsel dan AS akibat provokasi Korut’.

Latihan itu akan berlokasi di Laut Timur, sebutan Korsel bagi Laut Jepang. Selain Korsel dan AS, Jepang juga akan ikut serta dalam latihan militer gabungan tersebut.

Selain kapal induk, kapal selam berkekuatan nuklir AS, USS Michigan juga disebut merapat ke Busan, Selasa (25/4). USS Michigan dibangun untuk membawa rudal balistik dan rudal jelajah Tomahawk yang mampu melakukan serangan presisi terhadap fasilitas nuklir Korut, kata Yonhap.

Namun Angkatan Laut Korea Selatan menyebut kunjungan kapal selam tersebut sebagai ‘rutinitas’, bukan ambil bagian dalam latihan gabungan.