Kim Jong-un Pamer Senjata, AS Kebut Anti-rudal di Korsel

Reuters, CNN Indonesia | Rabu, 26/04/2017 10:28 WIB
Kim Jong-un Pamer Senjata, AS Kebut Anti-rudal di Korsel AS mengebut pengerahan sistem pertahanan rudal THAAD sebagai respons atas ancaman Korut. (USFK/Yonhap via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Militer Amerika Serikat mulai memindahkan bagian-bagian sistem pertahanan anti-peluru kendali kontroversial THAAD ke sejumlah situs di Korea Selatan, Rabu (26/4), di tengah ketegangan tinggi terkait program rudal dan nuklir Korea Utara.

Ketegangan antara Washington dan Pyongyang memuncang beberapa minggu belakangan ini, dengan pengerahan kapal induk dan kapal selam nuklir Amerika Serikat dan uji coba rudal Korea Utara yang berlanjut di bawah sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Korea Utara menyatakan pemimpinnya, Kim Jong-un, memimpin langsung latihan tembak peluru hidup "paling besar sepanjang masa" yang dilakukan dalam rangka peringatan hari jadi ke-85 militernya, dengan lebih dari 300 senjata artileri berkaliber besar mendemonstrasikan kekuatan di tepi timur negara tersebut.
Pyongyang lebih memilih melakukan latihan tembak itu alih-alih uji coba nuklir atau peluncuran rudal jarak jauh, sebagaimana dikhawatirkan di tengah tekanan Amerika Serikat dan China, satu-satunya sekutu besar Korut yang dibuat marah oleh perkembangan senjata negara terisolasi itu.

Amerika Serikat dan Korea Selatan sepakat untuk mengerahkan THAAD sebagai respons ancaman peluncuran rudal oleh Korea Utara. Walau demikian, langkah itu juga membuat marah China, yang menyebut sistem canggih itu tidak akan menyelesaikan masalah dan malah akan memperburuknya.
[Gambas:Video CNN]
Kementerian Pertahanan Korea Selatan menyatakan beberapa elemen dari sistem itu dipindahkan ke situs yang semula digunakan sebagai lapangan golf di Seongju, di bagian selatan daerah tersebut.

"Korea Selatan dan Amerika Serikat berupaya untuk memastikan kemampuan operasional sistem THAAD sebagai respons kelanjutan ancaman nuklir dan rudal Korea Utara," kata Kementerian dalam pernyataan yang dikutip oleh Reuters.
Militer AS dan Korsel selama ini enggan membicarakan kemajuan penerapan sistem tersebut secara publik, sementara kandidat presiden Korsel yang akan bertarung pada 9 Mei nanti memperdebatkannya.

Rekaman yang disiarkan di televisi menunjukkan truk-truk militer membawa unit besar termasuk benda yang tampak seperti tabung peluncur rudal ke situs THAAD, sekitar 250 kilometer di selatan Seoul. Sejumlah gambar juga menampilkan demonstran setempat melemparkan botol ke arah kendaraan tersebut, sementara polisi berupaya mencegah mereka.

Di sisi lain, sebuah kapal selam AS yang didesain untuk membawa 150 rudal jelajah Tomahawk telah bersandar di pelabuhan Korea Selatan, sementara kapal induk USS Carl Vinson terus melaku ke perairan Korea untuk menangkal ancaman uji coba nuklir keenam dan peluncuran rudal Korea Utara.