"Kami akan dengan tegas mengambil tindakan yang diperlukan untuk membela kepentingan kami," ucap juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, pada Selasa 92/5) tanpa menjelaskan lebih jauh.
Diberitakan Reuters, komentar ini dilontarkan Beijing menyusul pernyataan seorang pejabat pasukan pertahanan AS yang menuturkan bahwa THAAD sudah mulai beroperasi dan memiliki kemampuan mencegat rudal Korut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Situasi di Semenanjung Korea kian memanas sejak awal 2017 lalu. Korut terus menjadi sorotan setelah pada awal tahun baru lalu, pemimpin tertinggi mereka, Kim Jong-un, memerintahkan penguatan program rudal balistik antarbenua (ICBM) negaranya.
Presiden Donald Trump mendesak pemerintahan Presiden Xi Jinping untuk lebih bebruat banyak mengendalikan ambisi nuklir Korut, sekutu dekat China.
Taipan real estate itu sempat menganggap kontribusi China selama ini tidak cukup menghentikan denuklirisasi Korut.
Lihat juga:Trump Buka Kemungkinan Bertemu Kim Jong-un |
Merespons provokasi rudal Pyongyang yang kian mengkhawatirkan, Trump mengerahkan kapal induk USS Carl Vinson dan sebuah kapal selam pembawa peluru kendali USS Michigan ke kawasan Semenanjung Korea.
Kapal induk itu membawa sedikitnya 60 pesawat tempur dan ribuan pasukan angkatan laut AS.