Demokrat Samakan Trump dengan Nixon karena Pecat Direktur FBI
CNN Indonesia
Rabu, 10 Mei 2017 10:00 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah Presiden Donald Trump memecat Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) James Comey, anggota Kongres dari Partai Demokrat langsung mengecam dan menyerukan investigasi baru terkait dugaan intervensi Rusia dalam pemilihan umum 2016.
Politikus Demokrat mengibaratkan keputusan itu dengan langkah Presiden Richard Nixon memecat jaksa penuntut khusus independen dalam investigasi skandal Wartergate. Selain itu, tindakan yang diambil Trump disebut terkait dengan penyelidikan FBI terhadap surat elektronik Hillary Clinton, rival Trump saat pemilu.
"Tidak ada yang boleh menerima pembenaran absurd Trump bahwa ia khawatir Direktur FBI Comey memperlakukan Menteri Clinton dengan tidak adil. ... Ini sama saja dengan Nixon," kata Senator Demokrat Patrick Leahy dalam pernyataan yang dikutip Reuters, Rabu (10/5).
Sementara Senator Demokrat John Conyers mengatakan "langkah Trump menghancurkan ciri-ciri investigasi independen terhadap upaya Rusia untuk memengaruhi pemilu kami dan menempatkan negara ini di ambang krisis konstitusional.
Trump mengambil keputusan itu setelah mempertimbangkan rekomendasi Jaksa Agung Jeff Sessions, dengan alasan untuk "mengembalikan kepercayaan publik." Selain itu, Trump juga menyebut Comey tidak dapat memimpin FBI secara efektif.
Partai Demokrat menuding Comey berperan pada kekalahan Hillary pada pemilihan presiden tahun lalu. Tuduhan itu bermula dari penyelidikan FBI atas dugaan penggunaan server email pribadi oleh Hillary saat menjabat menteri luar negeri pada periode pertama pemerintahan Barack Obama.
FBI kala itu menyebut tindakan Hilary dapat mengancam keamanan nasional. Sempat menutup penyelidikan itu, Comey membuka investigasi baru atas kasus itu sebelas hari sebelum pemungutan suara Pilpres AS tahun 2016.
Sempat menutup penyelidikan itu, Comey membuka investigasi baru atas kasus itu sebelas hari sebelum pemungutan suara Pilpres AS tahun 2016.
Maret lalu, Comey juga mempublikasikan investigasi FBI terhadap penyusupan Rusia pada pilpres 2016, terutama dugaan kolusi atas kemenangan Trump.
"Dengan kontroversi di sekitar Direktur (Comey), saya yakin awal yang baru akan membawa dampak baik untuk FBI dan negara," kata Senator Partai Republik Lindsey Graham.
Senada, Senator Republik Charles Grassley pun mengatakan "keputusan Direktur Comey dalam masalah-masalah kontroversial telah mengundang keprihatinan dari seluruh spektrum politik dan dari pakar penegak hukum."
Politikus Demokrat mengibaratkan keputusan itu dengan langkah Presiden Richard Nixon memecat jaksa penuntut khusus independen dalam investigasi skandal Wartergate. Selain itu, tindakan yang diambil Trump disebut terkait dengan penyelidikan FBI terhadap surat elektronik Hillary Clinton, rival Trump saat pemilu.
"Tidak ada yang boleh menerima pembenaran absurd Trump bahwa ia khawatir Direktur FBI Comey memperlakukan Menteri Clinton dengan tidak adil. ... Ini sama saja dengan Nixon," kata Senator Demokrat Patrick Leahy dalam pernyataan yang dikutip Reuters, Rabu (10/5).
Lihat juga:Donald Trump Pecat Direktur FBI James Comey |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Partai Demokrat menuding Comey berperan pada kekalahan Hillary pada pemilihan presiden tahun lalu. Tuduhan itu bermula dari penyelidikan FBI atas dugaan penggunaan server email pribadi oleh Hillary saat menjabat menteri luar negeri pada periode pertama pemerintahan Barack Obama.
Sempat menutup penyelidikan itu, Comey membuka investigasi baru atas kasus itu sebelas hari sebelum pemungutan suara Pilpres AS tahun 2016.
Maret lalu, Comey juga mempublikasikan investigasi FBI terhadap penyusupan Rusia pada pilpres 2016, terutama dugaan kolusi atas kemenangan Trump.
Lihat juga:Efek Domino Bantahan Direktur FBI pada Trump |
Senada, Senator Republik Charles Grassley pun mengatakan "keputusan Direktur Comey dalam masalah-masalah kontroversial telah mengundang keprihatinan dari seluruh spektrum politik dan dari pakar penegak hukum."