"Korban yang tewas lemas sudah mencapai 36 orang, ditambah sang pelaku, sehingga jumlah jasad mencapai 37," ujar Kepala Kepolisian Ibu Kota Negara Filipina, Oscar Albayalde, sebagaimana dikutip Inquirer.
Albayalde mengatakan, kebanyakan korban ditemukan tak bernyawa akibat lemas di areal tempat bermain di kasino tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak lama setelah itu, kelompok militan ISIS langsung mengklaim sebagai dalang di balik serangan ini.
Namun kemudian, polisi memastikan bahwa insiden ini tak berkaitan dengan terorisme. Dela Rosa mengatakan, pelaku diduga hanya ingin merampok keping kasino.
"Kami melihat ini sebagai perampokan karena dia tidak melukai siapa pun dan langsung menuju ruang penyimpanan keping kasino," ucap Dela Rosa.
"Dia tewas. Dia membakar dirinya sendiri di dalam Kamar 510 salah satu hotel. Ia hangus hingga tak dapat dikenali lagi," kata Dela Rosa.
Kabar mengenai penembakan ini sempat menimbulkan kepanikan. Pasalnya, Presiden Rodrigo Duterte sedang memberlakukan darurat militer di Mindanao setelah terjadi bentrokan antara aparat dan kelompok militan Maute di Marawi.