Saksi Mata Ungkap Kengerian Malam Minggu di London Bridge

Lesthia Kertopati, CNN Indonesia | Minggu, 04/06/2017 13:18 WIB
Saksi Mata Ungkap Kengerian Malam Minggu di London Bridge Polisi mengevakuasi warga usai serangan teror di London Bridge, London, Inggris, Sabtu (3/6). (REUTERS/Neil Hall)
Jakarta, CNN Indonesia -- Malam minggu di London, Borough Market, yang merupakan kawasan trendi disesaki pengunjung. Mereka berkerumun sembari nonton bareng final Liga Champion di layar lebar.

Namun, malam besar bagi para pendukung Real Madrid di ibu kota Inggris itu berubah mencekam. Sebuah van berkecepatan tinggi menabraki pejalan kaki di London Bridge, sebelum pelaku yang berjumlah tiga orang, turun dari mobil dan melakukan penikaman terhadap sejumlah warga sipil.

Hanya dalam hitungan menit, suasana berubah kacau-balau. Jeritan dan teriakan terdengar saling bersahutan dan warga berhamburan melarikan diri.


Enam orang dilaporkan tewas dan polisi yang tiba beberapa menit setelah laporan warga, langsung menembak mati ketiga pelaku.

Warga yang awalnya berniat bersenang-senang, menceritakan bagaimana malam mereka berubah suram.


“Saya melihat sebuah mobil van putih melaju dengan kecepatan tinggi namun oleng, ke kiri dan ke kanan, menabrak banyak orang,” kata salah satu saksi mata, Alessandro yang berada di dekat Jembatan London kepada BBC Radio.

“Ada lima atau enam orang yang kami tolong, mereka masih sangat muda,” lanjut Alessandro.

Mark, saksi mata lainnya yang saat kejadian tengah mengambil foto di jembatan, mengucapkan hal serupa.

“Mobil itu berbelok ke kiri dan ke kanan, dan menabraki orang-orang. Ada satu orang yang terpental ke udara, perempuan,” sebutnya.

“Saya melihat lima atau enam orang bergelimpangan di jalan. Mereka sepertinya terluka serius,” tambah Mark.

Sementara Dee, 26, warga London, langsung yakin itu adalah serangan teror saat melihat pria membawa pisau keluar dari mobil dan menuju kerumunan orang.

“Ada pria berlari membawa pisau, dia menuruni tangga menuju sebuah bar,” kata Dee kepada AFP.


Tidak berapa lama, mobil van itu menabrak bagian kanan Southwark Cathedral, dan tiga orang pelaku lain keluar dari mobil. Mereka menuju Borough Market, area populer dengan jejeran bar, kafe serta restoran, di bagian selatan jembatan.

Pengemudi taksi Chris mengatakan pada LBC radio dia melihat tiga orang pria membawa pisau panjang keluar dari van.

“Tiga pria keluar dengan membawa pisau panjang, sekitar 30 centimeter, mereka menusuki orang-orang,” tuturnya.

Adapun Eric, saksi mata lainnya, awalnya mengira ketiga orang yang keluar dari van itu berniat menolong korban yang mereka tabrak sebelumnya.

“Tapi, mereka justru memukuli dan menendangi orang-orang, saya melihat mereka membawa pisau. Keadaan langsung berubah kacau,” papar dia.

Eric menambahkan, trio berpisau itu berlari ke arah Borough Market dan terdengar meneriakkan kalimat, “Ini untuk Allah.”


Saksi mata lainnya, Alex Shellum, yang tengah berada di sebuah bar dekat London Bridge melihat korban berlumuran darah mencoba masuk.

“Dia berlumuran darah di wajah dan lehernya. Sepertinya dia tertusuk di leher,” kata Shellum kepada BBC.

Polisi kemudian meminta warga yang berada dalam bar dan restoran mengamankan diri, memerintahkan mereka untuk menunduk di bawah meja. Setelah keadaan dinilai cukup aman, mereka diminta pulang ke rumah masing-masing.

Jalanan di sekitar London Bridge ditutup sementara stasiun kereta api yang berada dekat jembatan langsung divakuasi. Di sisi lain, polisi berpatroli di Sungai Thames menggunakan perahu dan helikopter terlihat mengelilingi wilayah tersebut.