"Pertempuran sengit. Kami kehilangan 20 tentara dan 14 mobil militer kami dibakar. Kami kini sudah merebut kembali kota tersebut," kata Mayor Mohamed Abdi, petugas militer Puntland, kepada Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka tidak merebut kembali kota ini, kami hanya meninggalkannya dengan damai setelah membunuh 61 tentara dan merebut 16 mobil militer," kata Abdiasis Abu Musab, juru bicara operasi militer Al Shabaab.
Al Shabaab secara rutin melancarakan serangan di Somalia, tapi cenderung berfokus di Mogadishu, ibu kota negara tersebut, dan wilayah lain yang dikuasai pemerintah federal. Mereka ingin mengusir penjaga perdamaian dari Uni Afrika, menggulingkan pemerintah yang didukung Barat dan menerapkan hukum Islam garis keras.
Serangan jarang terjadi di Puntland, di mana pasukan keamanan relatif lebih rutin menerima bayaran dan menerima bantuan substansial dari Amerika Serikat.
Kawasan ini juga menjadi rumah bagi kelompok pecahan Al Shabaab yang berbaiat kepada kelompok teror ISIS. Sejumlah sumber aparat keamanan mengatakan kontingen kecil militan dari luar negeri pun ada di daerah tersebut.