Respons ICBM Korut, AS-Korsel Latihan Tembak Rudal

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Sabtu, 29/07/2017 09:40 WIB
Respons ICBM Korut, AS-Korsel Latihan Tembak Rudal Latihan militer serupa sudah pernah dilakukan oleh AS dan Korsel tak lama setelah Korut melakukan uji coba ICBM pertama mereka pada 4 Juli lalu. (Reuters/Kim Hong-Ji)
Jakarta, CNN Indonesia -- Militer Amerika Serikat dan Korea Selatan menggelar latihan bersama dengan menembakkan rudal untuk menanggapi uji coba rudal balistik antar-benua (ICBM) yang dilakukan Korea Utara.

Latihan gabungan ini dilakukan Sabtu (29/7) pagi, berselang sehari setelah kedua militer menyatakan akan mengambil tindakan tegas atas uji coba ICBM Korut pada Jumat (28/7).

Tentara AS menyatakan, sejumlah amunisi mutakhir digunakan dalam latihan kali ini, termasuk Sistem Rudal Taktis Tentara (ATCAMS) dan Rudal Hyunmoo II milik Korsel.


"ATCAMS dapat dikerahkan berulang kali dan memiliki kemampuan presisi dan menyerang dalam jarak jauh, memungkinkan Korsel-AS membidik target kritis di segala kondisi cuaca," demikian bunyi pernyataan Tentara AS, sebagaimana dikutip AFP.
Kegiatan serupa sudah pernah dilakukan oleh AS dan Korsel tak lama setelah Korut melakukan uji coba ICBM pertama mereka pada 4 Juli lalu. Saat itu, untuk pertama kalinya AS mengatakan akan mengambil langkah militer.

Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis, pun menyebut uji coba ICBM Korut itu sebagai provokasi. Namun, ia menekankan bahwa AS masih tetap ingin mencari solusi diplomatik.

"Kami tetap siap melindungi negara kami sendiri dan sekutu kami dari segala serangan atau provokasi," ucap juru bicara Pentagon, Jeff Davis.

Ketegangan antara Washington dan Pyongyang mulai meningkat sejak awal tahun ini, ketika pemimpin tertinggi Korut, Kim Jong-un, bertekad menyempurnakan ICBM yang ia klaim dapat mencapai wilayah AS.

Sejak saat itu, AS mulai bersiaga. Tak hanya mengirimkan kapal perangnya ke Semenanjung Korea, AS juga berupaya mempercepat pengerahan sistem pertahanan rudal kontroversial mereka di Korsel.