Kemungkinan ini diamini oleh mantan ketua pengacara kode etik Gedung Putih, Richard Painter, yang mengatakan bahwa mendikte seseorang untuk merumuskan pernyataan bantahan terkait satu kasus merupakan bentuk menghalangi penegakan hukum dan memengaruhi saksi.
"Ketika ia menyusun pernyataan publik yang ia ketahui salah, itu akan memengaruhi pernyataannya di hadapan Kongres dan pengadilan. Itu menghalangi penegakan hukum dan memengaruhi saksi," katanya kepada Independent.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pengacara di Gedung Putih awalnya sepakat untuk merilis pernyataan sesuai fakta agar proses peradilan berjalan lancar. Namun, Trump tiba-tiba mengubah rencana tersebut.
Sepulangnya dari Jerman pada 8 Juli, Trump mendikte langsung Trump Jr untuk membuat pernyataan bahwa pertemuannya dengan pengacara Rusia pada tahun lalu hanya untuk "membicarakan program adopsi anak Rusia."
Namun, dua hari kemudian, Trump Jr akhirnya merilis surat elektronik yang menunjukkan keinginannya untuk bertemu dengan seorang pengacara Rusia karena oknum tersebut memiliki informasi merugikan bagi Hillary Clinton, rival Trump dalam pemilu presiden 2016.
Dalam surel tersebut, Trump Jr menanggapi tawaran dari pengacara itu dengan berkata, "Mantap!"