Dikte Anak Buat Pernyataan Terkait Rusia, Trump Bisa Diadili

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Kamis, 03/08/2017 20:31 WIB
Dikte Anak Buat Pernyataan Terkait Rusia, Trump Bisa Diadili Trump disebut-sebut dapat diadili karena mendikte putranya, Trump Jr, untuk membuat pernyataan bantahan terkait kasus intervensi Rusia dalam pemilihan umum. (Reuters/Yuri Gripas)
Jakarta, CNN Indonesia -- Delapan bulan menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat, Donald Trump langsung disebut-sebut dapat diadili karena mendikte putranya, Trump Jr, untuk membuat pernyataan bantahan terkait kasus intervensi Rusia dalam pemilihan umum.

Kemungkinan ini diamini oleh mantan ketua pengacara kode etik Gedung Putih, Richard Painter, yang mengatakan bahwa mendikte seseorang untuk merumuskan pernyataan bantahan terkait satu kasus merupakan bentuk menghalangi penegakan hukum dan memengaruhi saksi.

"Ketika ia menyusun pernyataan publik yang ia ketahui salah, itu akan memengaruhi pernyataannya di hadapan Kongres dan pengadilan. Itu menghalangi penegakan hukum dan memengaruhi saksi," katanya kepada Independent.


Fakta ini pertama kali diungkap oleh Washington Post pada akhir pekan lalu. Surat kabar itu melaporkan, semua ini bermula ketika Gedung Putih sedang merumuskan pernyataan sebelum Trump Jr memberikan kesaksian di hadapan Kongres dan pengadilan mengenai kasus intervensi Rusia.
Trump Jr dipanggil karena diduga bertemu dengan salah satu pengacara Rusia pada 2016 lalu, di masa kampanye menjelang pemilihan umum presiden yang akhirnya dimenangkan oleh ayahnya tersebut.

Para pengacara di Gedung Putih awalnya sepakat untuk merilis pernyataan sesuai fakta agar proses peradilan berjalan lancar. Namun, Trump tiba-tiba mengubah rencana tersebut.

Sepulangnya dari Jerman pada 8 Juli, Trump mendikte langsung Trump Jr untuk membuat pernyataan bahwa pertemuannya dengan pengacara Rusia pada tahun lalu hanya untuk "membicarakan program adopsi anak Rusia."
Draf pernyataan ini sudah sampai ke tangan New York Times yang sedang menyiapkan berita pendahuluan sidang. Dalam pernyataan itu, Trump Jr menekankan bahwa pertemuannya sama sekali "tidak berkaitan dengan kampanye."

Namun, dua hari kemudian, Trump Jr akhirnya merilis surat elektronik yang menunjukkan keinginannya untuk bertemu dengan seorang pengacara Rusia karena oknum tersebut memiliki informasi merugikan bagi Hillary Clinton, rival Trump dalam pemilu presiden 2016.

Dalam surel tersebut, Trump Jr menanggapi tawaran dari pengacara itu dengan berkata, "Mantap!"